KUALA PEMBUANG – Musim kemarau 2026 tak hanya meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Seruyan.
Tapi juga menghadirkan persoalan baru dalam proses pemadaman. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala yang cukup dirasakan masyarakat dan petugas. Khususnya di wilayah daerah pemilihan II Seruyan.
Anggota DPRD Seruyan dari Fraksi Golkar Syukran Ma’mun mengungkapkan kondisi tersebut berdasarkan berbagai keluhan masyarakat di wilayah yang meliputi Kecamatan Danau Sembuluh, Hanau, Seruyan Raya dan Danau Seluluk.
Menurut dia, kondisi kemarau tahun ini membuat sumber-sumber air mulai mengering. Bahkan sumur bor yang selama ini menjadi andalan masyarakat pun mengalami penurunan debit air.
Sukran Ma’mun menjelaskan, persoalan ketersediaan air kini tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat, tapi juga menyulitkan upaya pemadaman ketika terjadi karhutla. Petugas harus mencari sumber air yang masih tersedia dan lokasinya tidak selalu berada dekat titik kebakaran.
“Hampir semua rata-rata kesulitan untuk sumber air. Bukan hanya sumber air bersih, sekarang terjadi kebakaran di mana-mana, kita juga kesulitan mengambil airnya,” kata Sukran Ma’mun menyampaikan keluhan masyarakat di lapangan.
Meski demikian, upaya penanganan karhutla tetap dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak. Syukran menyebut sejumlah perusahaan yang memiliki waduk turut membantu menyediakan sumber air untuk mendukung proses pemadaman api. Air diambil dari waduk perusahaan terdekat. Sementara untuk lokasi tertentu yang memiliki akses lebih dekat ke sungai, sumber air tersebut juga dimanfaatkan.
Menurut dia, koordinasi antara pemerintah, perusahaan, aparat keamanan dan unsur terkait lainnya menjadi kunci dalam menghadapi kondisi tersebut. Bahkan sejumlah perusahaan turut membantu dengan menyediakan mobil tangki untuk menyuplai air ke lokasi pemadaman karhutla. Mengingat kapasitas kendaraan pemadam yang tersedia terbatas.
Syukran mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman karhutla di tengah kondisi kemarau yang cukup kering. Ia menyebut unsur kecamatan, kepolisian hingga perusahaan telah berupaya saling mendukung di lapangan agar keterbatasan sumber air tidak semakin menghambat penanganan kebakaran. “Dari pihak kecamatan, kepolisian dan sebagainya juga sudah, alhamdulillah, saling membantu dalam penanganan karhutla ini,” ungkapnya. (yad/ens)












