Kapuas

Karhutla Bencana Nasional, Wiyatno Ingatkan Warga

40
×

Karhutla Bencana Nasional, Wiyatno Ingatkan Warga

Sebarkan artikel ini
MENGINGATKAN WARGA - Usai Sholat Jumat Bupati Kapuas HM. Wiyatno mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.

KUALA KAPUAS – Pemerintah pusat menetapkan kabut asap akibat Karhutla di Kalimantan sebagai Bencana Nasional. Penanganan karhutla pun menjadi tanggungjawab pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Bupati Kapuas HM. Wiyatno mengaku berterimakasih kabut asap dampak dari karhutla menjadi perhatian secara nasional. Namun yang lebih memprihatinkan  karhutla di wilayahnya semakin meluas.

Pemerintah daerah tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat khususnya para petani agar jangan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Setiap ada kesempatan termasuk usai sholat jumat, bupati selalu mengingat tentang bahaya kabut asap.

“Kabut asap akibat karhutla sudah menjadi perhatian nasional. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh, cepat, dan tepat. Kita tidak hanya memadamkan api yang ada, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru agar bencana ini tidak berlanjut,” ujar Bupati.

Untuk memantau secara lansung munculnya titik api, Wiyatno turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah titik.

Bupati mengungkapkan kehadirannya di lokasi merupakan wujud keprihatinan mendalam atas dampak fenomena El Nino yang memicu kekeringan ekstrem sekaligus meluasnya kebakaran di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kabupaten Kapuas.

Peninjauan langsung di titik api, lanjut Wiyatno dimaksudkan  untuk merumuskan langkah penanganan dan pencegahan yang paling tepat guna menekan penyebaran titik api serta mengurangi dampak kabut asap yang kini mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat secara luas.

Mantan Ketua DPRD Kalteng ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang tergabung dalam Tim Posko Tanggap Darurat Karhutla yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya.

“Kita hargai pengorbanan dan tenaga mereka. Semoga senantiasa diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan misi mulia ini demi keselamatan kita semua,” ungkapnya.

Bupati kembali mengingatkan masyarakat agar berhenti membuka lahan dengan cara dibakar. Dampaknya jauh lebih berbahaya masyarakat termasuk para peladang itu sendiri.

“Tolonglah berhentilah membuka lahan dengan cara dibakar. Jika ada warga yang terbukti dengan sengaja membakar lahan pelakukan akan berusan dengan aparat hukum. Apalagi kabut asap dampak karhutla sudaj ditetapkan sebagai bencana nasional. Tindaka yang memperparah keadaan akan ditindak tegas,” ucapnya.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu mengatasi Karhutla ini. “Kita bahu-membahu menjaga lingkungan kita. Upaya ini bukan hanya untuk kepentingan saat ini, melainkan demi mewariskan hutan yang tetap terjaga dan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *