Kotawaringin Barat

Hadapi Tekanan Fiskal, APBD 2027 Dituntut Lebih Efisien

43
×

Hadapi Tekanan Fiskal, APBD 2027 Dituntut Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini
DISERAHKAN : Wakil Bupati Kobar Suyanto (kiri) menyerahkan dokumen Raperda tentang APBD 2027 kepada  Ketua DPRD Kobar Mulyadin yang selanjutnya akan dibahas sesuai tahapan dan mekanisme, Senin (14/9/2026). FIT/RADAR KALTENG

PANGKALAN BUN – Wakil Bupati Kotawaringin Barat (Kobar) Suyanto menyampaikan pidato pengantar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2027 dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kobar, Senin (14/9/2026). Pemerintah daerah dalam penyusunan APBD 2027 ini menghadapi tantangan ruang fiskal.

Suyanto menyebut, pendapatan daerah direncanakan Rp1.415.016.235.000, sedangkan belanja daerah mencapai Rp1.430.016.235.000. Selisih pendapatan dan belanja tersebut diproyeksikan ditutup melalui penerimaan pembiayaan Rp 15 miliar.

“Keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat pembangunan. Ini momentum bagi kita melakukan transformasi pengelolaan fiskal daerah, dengan mengedepankan efisiensi, efektivitas, serta ketepatan sasaran penggunaan anggaran,” katanya.

Suyanto menegaskan, setiap belanja perangkat daerah harus memiliki keterkaitan yang jelas dengan target kinerja, keluaran, serta hasil pembangunan yang hendak dicapai. Di samping itu, perangkat daerah pengelola pendapatan didorong meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki basis data objek dan subjek pendapatan, serta memanfaatkan teknologi informasi agar pengelolaan pendapatan semakin transparan dan akuntabel.

Pada sisi pembiayaan, lanjutnya, pemerintah mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keberlanjutan fiskal. Kebijakan pembiayaan diarahkan menjaga keseimbangan APBD, memperkuat manajemen kas serta mencegah adanya dana mengendap yang tidak produktif.

Meski ruang fiskal terbatas, pembangunan Kobar 2027 tetap diarahkan pada enam prioritas. Yakni pemerataan infrastruktur dasar, penguatan infrastruktur ekonomi dan konektivitas wilayah, peningkatan kualitas lingkungan serta ketahanan bencana dan perubahan iklim, optimalisasi tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, perlindungan sosial serta pelestarian kebudayaan, dan optimalisasi investasi produktif untuk memperluas kesempatan kerja.

Suyanto berharap, pembahasan Raperda APBD 2027 bersama DPRD berlangsung terbuka, objektif dan konstruktif. Ia turut menekankan agar APBD 2027 menghasilkan anggaran yang sehat, realistis, produktif, efektif, efisien, transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Seluruh kebijakan fiskal dan pembangunan yang kita rancang pada tahun anggaran 2027 akan bermuara pada satu tujuan utama. Yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkasnya. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *