Kalimantan Tengah

3.500 Mahasiswa Dapat Bantuan Karhutla

47
×

3.500 Mahasiswa Dapat Bantuan Karhutla

Sebarkan artikel ini
3.500 Mahasiswa Dapat Bantuan Karhutla.

PALANGKA RAYA – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya dirasakan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Kalimantan Tengah juga ikut merasakan tekanan akibat bencana, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menyiapkan bantuan pangan untuk meringankan beban mereka.

Sebanyak 3.500 paket bantuan pangan disalurkan kepada mahasiswa terdampak karhutla. Bantuan tersebut diserahkan di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Rabu (16/9/26).

Setiap paket bantuan berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Selain sembako, mahasiswa juga mendapatkan tambahan multivitamin dari Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

Agustiar mengatakan, karhutla memberikan dampak luas terhadap berbagai lapisan masyarakat. Karena itu, pemerintah mengambil kebijakan untuk memberikan bantuan kepada kelompok masyarakat yang terdampak, termasuk mahasiswa.

“Semua orang itu terdampak dari karhutla ini. Karena dampak itulah kami mengambil kebijakan. Sebelumnya juga sudah ada kebijakan-kebijakan menyangkut mahasiswa pedalaman,” kata Agustiar.

Menurutnya, bantuan yang sebelumnya diarahkan kepada mahasiswa asal daerah pedalaman kini diperluas. Mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang menempuh pendidikan di Kalteng dapat menerima bantuan selama memenuhi kriteria sebagai masyarakat terdampak dan membutuhkan.

“Sekarang bukan hanya mahasiswa pedalaman, tetapi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak karhutla dipastikan mendapatkan bantuan. Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi ini bukan masalah nilainya. Ini tentang rasa senasib dan seperjuangan,” ujarnya.

Agustiar menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran bantuan. Pemerintah, kata dia, tidak ingin bantuan justru diterima mahasiswa yang berasal dari keluarga mampu.

“Yang berhak menerima bantuan, jangan dibantu orang tuanya yang kaya. Kita ingin bantuan ini benar-benar diberikan kepada mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng Reza Prabowo menjelaskan, sebanyak 3.500 paket sembako memang disiapkan khusus untuk mahasiswa terdampak karhutla.

“Setiap paket sembako yang disalurkan berisi 5 kilogram beras, 2 kilogram minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Pada kesempatan ini, Bapak Gubernur juga memberikan bantuan tambahan berupa multivitamin,” jelas Reza dalam laporannya.

Reza menyebut bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa, terutama mereka yang tinggal jauh dari keluarga. Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalteng dinilai turut memberikan dampak terhadap kondisi ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang tepat, Disdik Kalteng menggunakan sistem pendataan digital. Mahasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi yang telah disiapkan pemerintah.

“Pendataan mereka dilakukan secara mandiri dengan menggunakan aplikasi secara online. Mereka sudah memiliki formulir masing-masing, nanti tinggal scan. Data mereka sudah lengkap, by name by address,” terang Reza.

Ia menegaskan, mekanisme tersebut diterapkan untuk menjaga transparansi sekaligus meminimalkan potensi bantuan salah sasaran.

“Mereka bukan penerima fiktif, tetapi memang yang menerima adalah yang betul-betul membutuhkan,” tandasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *