Barito Timur

Posko Karhutla Bartim Mendekati Wilayah Rawan

42
×

Posko Karhutla Bartim Mendekati Wilayah Rawan

Sebarkan artikel ini
Bupati Barito Timur M Yamin. foto: ist

TAMIANG LAYANG — Pemerintah Kabupaten Barito Timur mengubah pola penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendekatkan posko dan kekuatan personel ke wilayah paling banyak terjadi kebakaran. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat respons pemadaman sekaligus mencegah api meluas di daerah rapat karhutla.

Langkah tersebut menjadi salah satu keputusan utama dalam Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla Bartim yang dipimpin Bupati M Yamin di Aula Ruang Rapat Bupati Bartim, Senin (14/9/2026).

Bupati Yamin menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan posko di pusat pemerintahan. Kekuatan harus digeser mendekati sumber persoalan. Terutama wilayah yang mencatat kejadian kebakaran cukup tinggi dan memiliki potensi kebakaran yang besar.

“Posko kita geser ke wilayah yang banyak terjadi karhutla. Personel dan sarana juga harus didekatkan ke titik-titik yang rawan, sehingga ketika terjadi kebakaran, respons bisa lebih cepat,” tegas M Yamin dalam rapat tersebut.

Kebijakan ini menjadi penting karena sejumlah wilayah Bartim masih menghadapi ancaman karhutla dengan kondisi medan yang tidak mudah. Selain keterbatasan personel dan kendaraan pemadam, beberapa lokasi sulit dijangkau. Sumber air juga menjadi persoalan karena sejumlah sungai mengalami kekeringan.

Data yang dibahas dalam rapat menunjukkan Kecamatan Karusen Janang menjadi salah satu wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 82 kejadian dengan luas lahan terbakar 146,5 hektare. Bahkan dua rumah tidak berpenghuni ikut terbakar. Potensi wilayah yang dapat terbakar di kecamatan tersebut diperkirakan mencapai 920 hektare.

Di Kecamatan Pematang Karau tercatat 40 kejadian dengan luas lahan terbakar 147,5 hektare. Desa Muara Plantau juga menjadi perhatian karena terdapat wilayah yang berpotensi terbakar dengan luasan diperkirakan mencapai 200 hektare.

Sementara Kecamatan Raren Batuah menghadapi kejadian karhutla berulang, khususnya di Desa Puri. Sejumlah desa lainnya, yakni Baruyan, Tangkum, Turan Amis dan Puri, juga dipetakan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Kecamatan Paju Epat tercatat mengalami 22 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 50 hektare. Potensi kebakaran sekitar 100 hektare terdapat di Desa Siong, terutama pada kawasan lahan pertanian. Adapun di Patangkep Tutui tercatat 19 kejadian dan Dusun Tengah 15 kejadian dengan luas lahan terbakar sekitar 10,4 hektare.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Bartim menyiapkan pola penempatan posko yang lebih dekat dengan wilayah rawan. Enam wilayah posko direncanakan menjadi basis pengendalian, yakni Posko Dusun Tengah yang akan meng-cover Pematang Karau, Dusun Tengah dan Raren Batuah; Posko Karusen Janang; Posko Paju Epat; Posko Patangkep Tutui; posko di antara wilayah Paku dan Awang; serta Posko Induk di halaman Kantor Bupati Barito Timur.

Posko di Karusen Janang dan Paju Epat akan diperkuat dengan mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki air. Penempatan tersebut diharapkan memangkas waktu tempuh personel dan peralatan ketika kebakaran muncul di lokasi yang jauh dari pusat pemerintahan.

Selain pergeseran posko, kekuatan personel juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Kepolisian menyiapkan sekitar 300 personel, ditambah 100 personel dari Polres Pulang Pisau. Sementara itu, TNI dari Yonif TP 924/Uria Mapas menyiapkan sekitar 500 personel untuk mendukung penanganan karhutla. (cak/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *