PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta PT Pertamina (Persero) segera mengambil langkah untuk mengatasi antrean kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di Kota Palangka Raya.
Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong menegaskan pasokan BBM yang masuk ke daerah harus disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Menurutnya, Pertamina perlu memastikan distribusi berjalan lancar sehingga tidak menimbulkan antrean panjang yang berulang.
“Saya kira dari pihak pertamina agar masalah ini menjadi perhatian serius, suplainya ke Kalteng harus memadai sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kalteng,” ujarnya, Senin (14/9).
Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian karena menyulitkan masyarakat mendapatkan BBM. Kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu aktivitas warga apabila berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Arton mengatakan DPRD Kalteng tidak tinggal diam terhadap persoalan tersebut. Pengawasan dan koordinasi dengan pihak terkait telah dilakukan melalui komisi yang membidangi persoalan energi, termasuk melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pertamina.
“Selama ini kan kita awasi melalui komisi I yang melakukan RDP dengan pihak Pertamina,” ucapnya.
Arton menilai, persoalan antrean tersebut kemungkinan tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan BBM di tingkat daerah. Ia menduga terdapat kendala teknis dalam proses pengiriman dari sumber produksi menuju wilayah konsumen yang perlu segera ditelusuri.
“Ini kan pasti ada kendala di jalan, bukan secara kesengajaan. Mungkin distribusinya atau pengiriman minyak dari tempat produksi ke tempat konsumen terganggu akibat musim kemarau ini,” katanya.
DPRD Kalteng berharap Pertamina dapat segera mengevaluasi jalur distribusi dan memastikan pasokan BBM tiba sesuai kebutuhan di setiap wilayah. Langkah cepat diperlukan agar antrean tidak semakin meluas dan masyarakat dapat memperoleh BBM secara normal tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di SPBU.(sep/*)












