PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong perusahaan khususnya korporasi yang memiliki sarana pendukung, ikut membantu dampak karhutla bagi masyarakat di Kalteng. Bantuan tidak hanya dalam bentuk menangani karhutla, namun bisa juga dalam pemenuhan kebutuhan yang lain.
Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari mengatakan penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perusahaan yang memiliki kemampuan dan fasilitas pendukung dinilai dapat mengambil peran lebih besar membantu masyarakat yang terdampak.
“Yang jelas kita minta dalam kondisi seperti ini harus saling bahu-membahu. Kita minta perusahaan, terutama yang memiliki akomodasi, untuk membantu masyarakat,” katanya, Selasa (8/9).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat dalam situasi karhutla tidak berhenti pada upaya memadamkan titik api. Namun kebutuhan lain seperti air bersih juga sangat diperlukan bagi masyarakat. Perusahaan yang memiliki fasilitas pendukung diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan operasional, tetapi turut melihat kebutuhan masyarakat sekitar.
“Baik pemadaman, baik penyaluran distribusi air bersih. Bahkan kan pemerintah provinsi, Pak Gubernur, juga sudah berkoordinasi dengan PDAM,” ujar Ansyari.
Ansyari menyebut koordinasi pemerintah dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi salah satu langkah untuk membantu pemenuhan kebutuhan air masyarakat. Namun, dukungan sarana distribusi tetap diperlukan agar bantuan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.
“Nah water truck-nya saja yang diperlukan. Kita minta dari pihak perusahaan yang memiliki sarana agar berkontribusilah. Ini saatnya untuk membantu masyarakat,” tegasnya.
DPRD Kalteng berharap keterlibatan perusahaan dapat diwujudkan secara nyata, terutama melalui dukungan sarana yang memang dibutuhkan di lapangan. Kolaborasi pemerintah, perusahaan dan masyarakat dinilai penting agar penanganan karhutla sekaligus dampaknya dapat dilakukan lebih cepat dan merata.(sep/*)












