Kotawaringin Barat

Kembali Berduka, Relawan Karhutla Kobar Gugur : Total Tiga Relawan Berpulang

48
×

Kembali Berduka, Relawan Karhutla Kobar Gugur : Total Tiga Relawan Berpulang

Sebarkan artikel ini
Kembali Berduka, Relawan Karhutla Kobar Gugur : Total Tiga Relawan Berpulang.

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyisakan duka. Seorang relawan yang selama ini berada di garis depan penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Aries Sutio Luthfil Hadi, meninggal dunia pada Kamis (10/9/26) sore.

Aries merupakan relawan asal Kecamatan Kotawaringin Lama yang aktif membantu penanganan karhutla di wilayah tersebut. Sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama tiga hari akibat mengalami sesak napas.

Kepergian Aries sontak menyisakan duka bagi keluarga, rekan-rekan sesama relawan hingga Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama.

Sosoknya dikenang sebagai bagian dari masyarakat yang secara sukarela ikut turun tangan ketika kebakaran terjadi.

Selama menjalankan tugas sebagai relawan, Aries harus berhadapan dengan berbagai risiko di lapangan. Panas api, kepulan asap, medan yang sulit hingga ancaman terhadap keselamatan menjadi bagian dari perjuangan para relawan saat melakukan pemadaman.

Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama menyampaikan belasungkawa sekaligus penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan almarhum dalam membantu penanganan karhutla.

“Jasa dan pengabdianmu tak pernah kami lupakan,” demikian ungkapan duka Pemerintah Kecamatan Kotawaringin Lama untuk mengenang Aries.

Bupati Kotawaringin Barat Hj Nurhidayah juga menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Aries. Dia menilai almarhum telah memberikan tenaga dan kepeduliannya dalam menghadapi ancaman karhutla di wilayah Kobar.

“Almarhum adalah pejuang karhutla,” ujar Nurhidayah.

Menurutnya, para relawan memiliki peran penting dalam penanganan karhutla. Mereka menjadi kekuatan masyarakat yang ikut bergerak cepat ketika api muncul dan membutuhkan penanganan di lapangan.

Meninggalnya Aries juga kembali menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi relawan dalam menjalankan tugas. Ancaman bukan hanya berasal dari kobaran api, tetapi juga paparan asap yang dapat mengganggu kondisi kesehatan.

Sebelumnya, Kalteng juga kehilangan relawan dalam penanganan karhutla. Akhmad Rizani, Ketua Tim Serbu Api Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 setelah mengalami kondisi drop saat bertugas dan sempat menjalani perawatan selama enam hari.

Di Kobar, Ahmadin alias Itam Madin, relawan Damkar Huma Singgah Itah, juga meninggal dunia setelah bertugas menangani karhutla. Ia sempat mendapat perawatan di RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun karena mengalami sesak napas yang diduga dipicu paparan asap tebal.

Kini, giliran Aries yang berpulang. Kepergiannya meninggalkan duka sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik upaya memadamkan karhutla, ada para relawan yang mempertaruhkan tenaga, kesehatan bahkan nyawa demi membantu menyelamatkan lingkungan dan masyarakat. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *