Seruyan

Perlu Evaluasi Kegiatan Sekolah di Seruyan

52
×

Perlu Evaluasi Kegiatan Sekolah di Seruyan

Sebarkan artikel ini
KEBERSAMAAN : Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo foto bersama setelah rapat terkait tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan di Kuala Pembuang, beberapa waktu lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Harapan Ketua Dewan Terkait Dampak Kabut Asap

KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seruyan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga berencana meningkatkan status siaga menjadi tanggap darurat kebakaran hutan dan lahat (karhutla). Hal ini menyusul kondisi kebakaran dan kabut asap yang semakin mengganggu masyarakat.

Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi udara yang kurang sehat. Laporan tersebut telah disampaikan kepada Sekretaris Daerah Seruyan untuk menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah.

“Beberapa hari yang lalu saya juga mendapat laporan dari teman-teman di dapil II terkait kondisi udara di wilayah itu. Sudah kami sampaikan ke pak sekda agar kondisi tersebut menjadi pertimbangan,” kata Zuli, Rabu (9/9/2026).

Menurut dia, kondisi udara akibat kabut asap perlu menjadi perhatian, khususnya menyangkut aktivitas masyarakat dan kegiatan belajar mengajar. Ia mendorong agar Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan mengambil langkah yang tepat apabila kualitas udara di wilayah hulu Seruyan semakin memburuk.

“Ke depannya akan dikaji oleh Dinas Pendidikan seperti apa, terkait dengan kondisi udara yang kurang baik di wilayah hulu Kabupaten Seruyan,” ujarnya.

Zuli menegaskan, persoalan karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tapi juga langsung menyentuh kenyamanan dan kesehatan masyarakat. Karena itu, penanganan karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama agar kabut asap tidak terus berlarut.

“Kalau udara tidak normal tentu tidak nyaman. Sekarang ini tidak nyaman karena apa? Asap. Ini menjadi tugas kita bersama untuk menghilangkan ketidaknyamanan ini,” tegasnya.

Dia mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Salah satunya dengan membiasakan diri menanam dan merawat pohon sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian alam. (yad/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *