PALANGKA RAYA – Belum sempat berjalan normal, pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sejumlah sekolah Kota Palangka Raya kembali dihentikan.
Baru memasuki hari pertama pelaksanaan, siswa terpaksa dipulangkan setelah Indeks Kualitas Udara (AQI) memburuk dan kembali berada pada kategori tidak sehat, Kamis (10/9/26).
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan penurunan kualitas udara menjadi pertimbangan utama sekolah dalam menghentikan PTM dan memulangkan siswa.
“Kebetulan juga di saat kunjungan ini memang kondisi kualitas udara agak menurun. Tadi di angka 2,5, di atas 2 itu sudah tidak sehat,” kata Jayani.
Menurutnya, sekolah yang sebelumnya telah menerapkan PTM terbatas langsung mengambil langkah untuk memulangkan siswa ketika kondisi udara memburuk.
“Rata-rata sudah hampir semua sudah pulang di sekolah-sekolah di Kota Palangka Raya,” ujarnya.
Jayani menjelaskan, kebijakan PTM terbatas sebelumnya diberlakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara.
Berdasarkan petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sekolah masih diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Namun, apabila kualitas udara kembali memburuk, pembelajaran harus dihentikan dan siswa kembali belajar dari rumah melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ).
“Kalau kualitas udara memburuk, mereka harus dipulangkan dan kembali menerapkan PJJ,” tegasnya.
Ia menyebut kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya sangat fluktuatif. Jika angkanya berada di atas 200, kondisi tersebut masuk kategori sangat tidak sehat sehingga siswa harus kembali mengikuti pembelajaran dari rumah.
“Di angka di atas 200 itu berarti sudah sangat tidak sehat. Berarti anak-anak harus kembali belajar di rumah, PJJ,” jelas Jayani.
Untuk pelaksanaan pembelajaran berikutnya, Disdik akan kembali melihat perkembangan kualitas udara. Jika kondisi masih berada pada kategori tidak sehat, siswa dipastikan belum dapat kembali mengikuti PTM.
“Kalau besok kualitas udara masih di angka tidak sehat, mereka tidak akan turun,” pungkasnya. (ifa/)












