Kotawaringin Barat

Puncak Kemarau September, Kapan Hujan Turun? Ini Prediksi BMKG di Kobar

600
×

Puncak Kemarau September, Kapan Hujan Turun? Ini Prediksi BMKG di Kobar

Sebarkan artikel ini
Puncak Kemarau September, Kapan Hujan Turun? Ini Prediksi BMKG di Kobar.

PANGKALAN BUN – Hujan yang dinanti-nanti masyarakat belum kunjung turun. Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) baru diguyur hujan di Kecamatan Kumai, pada Selasa (8/9/2026) siang.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kobar, Nur Setiawan mengatakan, potensi hujan telah diprakirakan sebelumnya di tanggal tersebut.

Hal ini menandai bahwa hujan tetap berpotensi turun, meski berada pada fase puncak musim kemarau.

“Dari prakiraan kami sejak hari Sabtu, 5 September, memang ada potensi hujan di tanggal 8 September 2026. Kemarin, tercata hujan mengguyur wilayah Kumai, yakni di Desa Sungai Kapitan dan sekitarnya dengan intensitas ringan-sedang dan durasi kurang lebih 15 menit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, potensi hujan diperkuat dengan adanya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Kombinasi kondisi atmosfer dan pelaksanaan OMC dinilai mendukung terjadinya hujan di wilayah tertentu.

“Kondisi kelembapan udara di atmosfer cukup tinggi, sehingga pembentukan awan juga banyak. Ditambah adanya OMC, jadi kombinasi yang bagus untuk terjadinya hujan,” jelasnya.

Nur menyatakan, hujan akan berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari mendatang, namun diprediksi tidak merata ke semua wilayah dan berskala ringan.

“Kalau terjadi hujan, sifatnya lokal dan intensitasnya ringan,” katanya.

Berdasarkan peta prediksi curah hujan bulanan BMKG, lanjut dia, curah hujan di wilayah Kotawaringin Barat pada September 2026 diprakirakan berada pada kisaran 0–20 milimeter atau sangat rendah.

Lalu, pada Oktober curah hujan diprakirakan akan meningkat menjadi 20–150 milimeter.

“Peningkatan yang lebih signifikan diprakirakan terjadi pada November 2026 mendatang, di mana curah hujan berada pada kisaran 50–300 milimeter,” terangnya.

Dengan demikian, BMKG memprakirakan intensitas curah hujan di wilayah Kobar mulai terlihat lebih merata pada November 2026, seiring dengan memasukinya periode curah hujan yang lebih tinggi.

Sementara itu, pada pemutakhiran prediksi puncak musim kemarau BMKG, Nur mengutarakan musim kemarau yang dimulai sejak Juni dasarian III akan berakhir sekitar pertengahan Oktober – November 2026 mendatang.

“Musim kemarau tahun 2026 diprakirakan berlangsung selama 13 hingga 15 dasarian atau sekitar empat hingga lima bulan sejak Juni dasarian III. Puncaknya pada September dan dapat bertahan hingga Oktober. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh fenomena El Nino,” tuturnya.

Prediksi turunnya hujan dalam beberapa waktu ke depan ini menjadi penantian yang begitu diharapkan usai berlangsungnya kemarau cukup panjang.

Aktivitas masyarakat pun kian terganggu, terlebih ketika melalui beberapa cobaan kekeringan air, kebakaran hutan dan lahan hingga kabut asap.

(fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *