DPRD Kalimantan Tengah

‎Bryan Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif Anak

51
×

‎Bryan Dorong Perpustakaan Jadi Ruang Kreatif Anak

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Anggota DPRD Kalteng, Bryan Iskandar FOTO: BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pengembangan perpustakaan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang kreatif bagi generasi muda.

Anggota DPRD Kalteng, Bryan Iskandar menegaskan penguatan konsep tersebut dinilai penting untuk meningkatkan minat masyarakat datang dan memanfaatkan perpustakaan di tengah perubahan pola belajar dan akses informasi.

‎Perpustakaan. menurutnya perlu menyesuaikan pengelolaannya dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Keberadaan perpustakaan harus mampu memberikan pengalaman yang lebih menarik agar generasi muda merasa memiliki ruang untuk belajar sekaligus mengembangkan kreativitas.

‎

‎“Perpustakaan jangan hanya dipandang sebagai tempat untuk membaca buku. Kalau dikembangkan dengan konsep yang lebih kreatif, perpustakaan bisa menjadi ruang bagi anak muda untuk belajar, berdiskusi dan menghasilkan berbagai kegiatan positif,” katanya, Selasa (1/9).

‎

‎Menurut Bryan, pengembangan tersebut dapat dilakukan dengan menyediakan ruang yang nyaman serta fasilitas penunjang bagi berbagai aktivitas masyarakat. Ruang diskusi, kegiatan edukasi, komunitas, hingga aktivitas kreatif dinilai dapat membuat perpustakaan lebih hidup dan tidak terpaku pada aktivitas membaca koleksi buku.

‎

‎Ia menilai peningkatan minat baca juga tidak cukup hanya dengan menambah jumlah koleksi. Pelayanan yang baik, kenyamanan tempat, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi menjadi bagian penting agar perpustakaan tetap relevan bagi masyarakat, khususnya kalangan muda.

‎

‎“Generasi muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, perpustakaan juga harus mampu menyediakan akses informasi, dan bahan bacaan secara digital agar lebih mudah dijangkau,” ujar Bryan.

‎

‎Bryan menegaskan, inovasi menjadi salah satu kunci agar perpustakaan mampu menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas. Pemanfaatan teknologi juga dapat memperluas akses terhadap bahan bacaan dan informasi tanpa menghilangkan fungsi perpustakaan sebagai ruang interaksi.

‎

‎“Kalau dikelola secara kreatif dan mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, perpustakaan bisa menjadi tempat yang hidup. Bukan hanya ramai ketika ada kegiatan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari aktivitas belajar masyarakat sehari-hari,” pungkasnya.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *