Kalimantan Tengah

OMC Kalteng Belum Berhasil Datangkan Hujan, Ini Penyebabnya

324
×

OMC Kalteng Belum Berhasil Datangkan Hujan, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
OMC Kalteng Belum Berhasil Datangkan Hujan.

PALANGKA RAYA – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Tengah (Kalteng) belum mampu mendatangkan hujan secara maksimal meski pemerintah telah menyiapkan puluhan ton bahan semai berupa garam atau natrium klorida (NaCl). Kondisi atmosfer yang minim pertumbuhan awan menjadi kendala utama pelaksanaan operasi.

Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng Ahmad Toyib mengatakan pemerintah telah menyiapkan sebanyak 31 ton bahan semai untuk mendukung pelaksanaan OMC dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Bahan semai yang disiapkan sebanyak 31 ton garam atau NaCl,” kata Ahmad Toyib, Selasa (4/8/26).

Namun, ketersediaan bahan semai dalam jumlah besar tidak serta-merta membuat hujan dapat turun. OMC hanya dapat dilakukan ketika terdapat pertumbuhan awan dengan kondisi yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian.

Dalam pelaksanaan OMC terbaru, sebanyak 800 kilogram garam telah disebarkan selama 2 jam 8 menit. Meski demikian, hujan belum turun karena pertumbuhan awan di atmosfer Kalteng masih sangat rendah.

Artinya, kendala OMC bukan semata-mata pada ketersediaan bahan semai maupun armada pesawat. Faktor utama justru berada pada kondisi atmosfer yang menjadi penentu apakah penyemaian awan dapat dilakukan secara efektif.

Pelaksanaan operasi pun tetap bergantung pada pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika BMKG mendeteksi pertumbuhan awan yang memenuhi syarat, penerbangan OMC dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang terbentuknya hujan.

“Jika BMKG mendeteksi adanya pertumbuhan awan yang memenuhi syarat untuk dilakukan penyemaian, penerbangan dapat dilaksanakan guna memaksimalkan potensi terbentuknya hujan,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, pada tahap pertama OMC yang berlangsung 16 sampai dengan 30 Juni 2026, operasi di Kalteng mencapai 31 sorti penerbangan dengan total waktu terbang 63 jam 18 menit.

Dalam periode tersebut, sebanyak 31.000 kilogram atau 31 ton bahan semai NaCl telah digunakan.

Pemerintah tetap memperkuat pelaksanaan OMC sebagai salah satu strategi menghadapi ancaman Karhutla. Selain menyiapkan bahan semai, BNPB juga memperkuat armada pesawat dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Penambahan armada tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan operasi dan mempercepat respons ketika kondisi awan memungkinkan dilakukannya penyemaian.

OMC ditujukan untuk meningkatkan peluang turunnya hujan, terutama di wilayah yang berpotensi terdampak Karhutla.

Hujan yang dihasilkan diharapkan dapat membantu membasahi lahan gambut, mendinginkan permukaan lahan, serta mengurangi risiko api meluas.

Dengan demikian, meski puluhan ton garam telah disiapkan, keberhasilan OMC tetap tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan jumlah bahan semai. Operasi sangat bergantung pada kondisi awan dan atmosfer yang tersedia saat penerbangan dilakukan. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *