Udara Kotim Masih Berbahaya, Sekolah Pilih Belajar dari Rumah
SAMPIT – Kabut asap di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak selalu terlihat pekat sepanjang hari. Namun kondisi langit yang tampak cerah ternyata bukan jaminan udara aman untuk aktivitas masyarakat. Termasuk kegiatan belajar mengajar.
Hingga Selasa (1/9/2026), kualitas udara Kotim masih kategori berbahaya akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut membuat sejumlah sekolah memilih menerapkan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk melindungi siswa dan tenaga pendidik dari paparan udara tidak sehat.
Salah satunya dilakukan SDN 1 Baamang Barat pada Selasa pagi. Meski suasana di sekitar sekolah tampak cerah dengan kabut asap yang relatif tipis, data kualitas udara menunjukkan kondisi berbeda.
Berdasarkan aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), kualitas udara Kotim berada pada level berbahaya. Bahkan kondisi tersebut telah berlangsung sejak 28 Agustus 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kotim Yolanda Lonita Fenisia mengatakan, penerapan BDR maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak diberlakukan secara serentak untuk seluruh sekolah. Keputusan diserahkan masing-masing satuan pendidikan mempertimbangkan kondisi udara di wilayahnya. “Pelaksanaannya sesuai Surat Edaran Bupati Kotim tentang adaptasi pembelajaran di musim kemarau 2026,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Kebijakan tersebut mengacu pada Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.3.1/1182.1/Disdik-1/2026 yang diterbitkan pada 23 Agustus 2026 tentang adaptasi kegiatan pembelajaran pada musim kemarau 2026.
Dalam surat edaran tersebut, sekolah yang terdampak kabut asap karhutla diperbolehkan melaksanakan pembelajaran jarak jauh melalui BDR.
Pembelajaran daring dapat memanfaatkan platform rumah pendidikan dengan akun belajar.id milik guru dan murid. Selain itu, sekolah dapat menggunakan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) maupun platform pendukung lainnya.
Meski kualitas udara Kotim secara keseluruhan memburuk, kebijakan BDR tidak otomatis diterapkan di seluruh sekolah. Disdik Kotim mencatat masih ada sekolah yang memilih melaksanakan pembelajaran tatap muka karena kondisi wilayahnya belum terdampak kabut asap.
Sejumlah sekolah di wilayah selatan, seperti Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) dan Pulau Hanaut, masih menjalankan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.
Dengan demikian, kondisi masing-masing wilayah menjadi pertimbangan utama. Sekolah yang berada di kawasan dengan paparan asap lebih tinggi dapat menerapkan BDR, sedangkan sekolah yang kondisi udaranya masih memungkinkan dapat tetap menjalankan pembelajaran tatap muka.
Kondisi udara Kotim menjadi perhatian karena berdasarkan aplikasi ISPUnet KLH, kualitas udara telah masuk kategori berbahaya sejak 28 Agustus dan bertahan hingga 1 September 2026.
Nilai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) untuk partikel kritis PM2,5 dan PM10 tercatat berada di atas angka 300.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun kabut asap secara visual tidak selalu tampak pekat, partikel pencemar di udara tetap dapat berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.
Di Sampit sendiri, kabut asap dalam beberapa hari terakhir cenderung lebih tebal pada pagi hari dan perlahan menipis memasuki siang. Namun, perubahan visual tersebut tidak serta-merta berarti kualitas udara sudah aman.
Karena itu, Disdik Kotim meminta sekolah tidak hanya mengandalkan kondisi yang terlihat secara kasatmata. Perkembangan kualitas udara juga perlu dipantau melalui indikator resmi sebelum menentukan metode pembelajaran.
Penerapan BDR atau PJJ sendiri bersifat situasional. Kebijakan tersebut dapat dihentikan ketika kualitas udara kembali berada pada kategori baik atau sehat berdasarkan ISPUnet maupun laman KLH, atau ketika status tanggap darurat karhutla di Kotim berakhir.
Dengan kondisi udara yang masih berbahaya, sekolah di Kotim kini dituntut lebih adaptif. Langit yang terlihat cerah tidak selalu berarti udara aman, sehingga keselamatan dan kesehatan siswa serta guru tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah pembelajaran berlangsung di ruang kelas atau dari rumah. (pri)












