PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya masih menanti realisasi bantuan pemerintah pusat untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pasca kedatangan Presiden RI ke Kalteng.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan, salah satu bantuan yang diminta Pemko Palangka Raya yakni 1.000 unit mesin pompa air berkapasitas besar.
“Kita kemarin memintanya seribu. Tapi tidak tahu realisasi berapa ini,” kata Fairid, Selasa (25/8/26) malam.
Menurut Fairid, mesin pompa tersebut menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung penanganan karhutla di lapangan. Selain pompa, bantuan yang diharapkan juga mencakup APD, selang, serta alat berat seperti ekskavator.
“Belum ya, berproses, masih berproses. Pokoknya masih baru beberapa hari,” ujarnya.
Tak hanya peralatan darat, dukungan udara untuk pemadaman karhutla juga diperkuat. Fairid menyebut terdapat tambahan empat helikopter water bombing, sehingga jumlah armada yang disebut tersedia mencapai tujuh unit untuk wilayah KalselTeng.
“Penambahannya berarti jumlahnya empat Berarti tujuh,” kata Fairid.
Fairid menjelaskan, bantuan tersebut masih dalam tahap proses dan belum seluruhnya diketahui jumlah yang akan diterima Pemko Palangka Raya. (ifa/)












