Pulang Pisau

Penurunan Stunting Upaya Membangun Kualitas Manusia

67
×

Penurunan Stunting Upaya Membangun Kualitas Manusia

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Wakil Bupati Pulang Pisau H Ahmad Jayadikarta sambutan saat ekspose akhir kajian efektivitas kebijakan konvergensi stunting di Aula Bapperida Pulpis, Rabu (19/8/2026) lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Pemkab Pulpis Gelar Ekspose Akhir Kajian Efektivitas Kebijakan Konvergensi Stunting

PULANG PISAU – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menggelar ekspose akhir kajian efektivitas kebijakan stunting dalam menurunkan prevelensi stunting di daerah itu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Bapperida Pulpis, Rabu (19/8/2026) lalu yang dibuka Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta mewakili Bupati H Ahmad Rifa’i.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Jayadikarta menyampaikan, bahwa stunting bukan hanya persoalan pertumbuhan fisik anak. “Stunting merupakan persoalan pembangunan manusia yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif, kesehatan, produktivitas dan kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang,” tegas Jayadikarta

Karena itu, menurut wabup, Pemkab Pulang Pisau menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai bagian penting dari pembangunan kualitas manusia.

“Penanganannya tidak mungkin dilakukan satu perangkat daerah saja. Tapi diperlukan keterpaduan intervensi kesehatan dan gizi dengan sektor pendidikan, sosial, pemberdayaan masyarakat dan desa, sanitasi, air bersih, ketahanan pangan, perlindungan keluarga serta berbagai sektor lainnya,” tegasnya.

“Pada tahapan ekspose akhir dari kajian yang telah dilaksanakan, aartinya kita tidak lagi hanya berbicara mengenai apa yang seharusnya dilakukan, tetapi sudah sampai pada tahap melihat secara lebih obyektif bagaimana kebijakan dan program konvergensi stunting telah berjalan, apa sudah efektif, apa masih menjadi hambatan, serta apa masih yang perlu diperbaiki ke depannya,” ungkapnya.

Kajian ini, menurut wabup, menjadi penting. Data menunjukkan preview stunting di Pulpis masih memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data SSGI 2024 yang digunakan dalam kajian ini, prevelensi stunting di Pulpis tercatat 27,9 persen. “Angka ini menunjukan bahwa pekerjaan kita masih panjang dan membutuhkan langkah yang lebih terarah, terukur dan berbasis bukti, ” akuinya. (ung/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *