Kalimantan Tengah

Akun Pemprov Serempak Ucapkan Ultah Istri Gubernur, Diskominfosantik Kalteng: Jadi Bahan Evaluasi

49
×

Akun Pemprov Serempak Ucapkan Ultah Istri Gubernur, Diskominfosantik Kalteng: Jadi Bahan Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Kepala Diskominfosantik Kalteng, Adiah Candra Sari.

PALANGKA RAYA – Sejumlah akun resmi perangkat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ramai-ramai mengunggah ucapan selamat ulang tahun (ultah) untuk Aisyah Thisia Agustiar Sabran, istri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.

Unggahan tersebut sontak menjadi sorotan publik. Bukan semata karena sosok yang diberi ucapan, melainkan karena ucapan ulang tahun itu muncul melalui kanal resmi instansi pemerintah di tengah perhatian masyarakat terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng.

Salah satu akun yang diketahui mengunggah ucapan tersebut adalah akun resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng.

Sorotan tersebut akhirnya mendapat respons dari Kepala Diskominfosantik Kalteng, Adiah Candra Sari.

Adiah tidak menampik bahwa dinamika yang berkembang di ruang publik menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, setiap respons masyarakat harus ditempatkan sebagai bagian dari proses evaluasi terhadap pengelolaan komunikasi pemerintahan.

“Terlepas dari berbagai respons publik yang berkembang belakangan ini, tentu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama,” kata Adiah, Minggu (23/8/26).

Dia menjelaskan Diskominfosantik memiliki fungsi koordinasi dan fasilitasi agar penyampaian informasi pemerintah kepada masyarakat berjalan baik dan terarah.

Namun, pengelolaan informasi dan media komunikasi pada masing-masing perangkat daerah tetap berada pada instansi masing-masing sesuai tugas dan fungsi.

Dengan kata lain, tidak semua konten yang muncul di akun resmi perangkat daerah berada dalam kendali langsung Diskominfosantik.

Namun, persoalan tersebut justru memperlihatkan tantangan komunikasi pemerintah di era media sosial. Ketika sebuah unggahan menggunakan akun resmi pemerintah, batas antara kepentingan institusi dan aktivitas yang bersifat personal menjadi sangat mudah diperdebatkan publik.

Terlebih, kanal resmi pemerintah pada dasarnya merupakan ruang komunikasi publik yang melekat dengan institusi, bukan sekadar akun media sosial biasa.

Adiah menekankan bahwa kecepatan dinamika ruang digital menuntut pemerintah lebih sensitif dalam menentukan materi yang dipublikasikan.

“Ruang digital memiliki dinamika yang sangat cepat. Karena itu, diperlukan kehati-hatian, sensitivitas terhadap situasi yang sedang dihadapi masyarakat, serta koordinasi yang semakin baik agar komunikasi pemerintah tetap fokus pada pelayanan informasi yang dibutuhkan publik,” tegasnya.

Karhutla Jadi Konteks yang Tak Bisa Diabaikan

Timing menjadi salah satu faktor yang membuat unggahan tersebut menuai kritik.Pemberitaan pada 22 Agustus 2026 menyebut ucapan ulang tahun tersebut muncul ketika persoalan karhutla sedang menjadi perhatian masyarakat Kalteng. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *