Palangka Raya

Waspada 132 Kasus Ispa Terjadi Palangka Raya

61
×

Waspada 132 Kasus Ispa Terjadi Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Waspada 132 Kasus Ispa Terjadi Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mulai menunjukkan angka yang patut diwaspadai di Kota Palangka Raya. Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat 132 kasus ISPA pada 19 Agustus.

Kepala Dinkes Kota Palangka Raya, Riduan, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pencatatan kasus pada fasilitas kesehatan dan menjadi bahan pemantauan pemerintah daerah.

Dari data yang disampaikan, Puskesmas Kayon menjadi titik dengan kasus tertinggi, yakni 25 kasus. Angka ini diikuti Puskesmas Bukit Hindu dengan 21 kasus dan Puskesmas Pahandut sebanyak 18 kasus.

Berikutnya, Puskesmas Panarung mencatat 14 kasus, Marina Permai 13 kasus, sedangkan Puskesmas Kereng Bangkirai dan Menteng masing-masing 12 kasus.

Puskesmas Tangkiling mencatat 9 kasus, Jekan Raya 5 kasus, dan Kelampangan 3 kasus.

Riduan menegaskan, angka kasus ISPA tersebut terus direkap setiap hari dan dilaporkan kepada pemerintah provinsi.

“Dari hari ke hari kami menyampaikan laporan terakumulasi kasus ISPA kepada pemerintah provinsi,” ujar Riduan, Jumat (21/8/26).

Lonjakan perhatian terhadap ISPA tak lepas dari kondisi Palangka Raya yang juga menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi udara yang memburuk berpotensi memperparah keluhan pernapasan masyarakat.

Dinkes pun meminta warga tidak menganggap remeh gejala ISPA. Batuk dan gangguan pernapasan yang muncul di tengah kondisi udara yang tidak sehat harus segera mendapat pemeriksaan medis.

“Jika ada warga kita yang mengalami batuk, untuk segera mungkin mendatangi fasilitas kesehatan,” kata Riduan.

Dengan pemantauan kasus secara harian, Dinkes Palangka Raya kini berada dalam posisi harus memastikan perkembangan ISPA tidak terus bergerak naik, terutama apabila kondisi kabut asap dan karhutla masih berlangsung. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *