PeristiwaUtama

Miko Menikah Bulan Depan, Deddy-Selin November, Maut Menjemput Mereka di Km 18

888
×

Miko Menikah Bulan Depan, Deddy-Selin November, Maut Menjemput Mereka di Km 18

Sebarkan artikel ini
Miko Menikah Bulan Depan, Deddy-Selin November, Maut Menjemput Mereka di Km 18.

PALANGKA RAYA – Perjalanan di Jalan Tjilik Riwut Km 18, Kelurahan Marang, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Raya, Kamis (20/8/2026) pagi, berubah menjadi tragedi.

Tiga nyawa melayang dalam kecelakaan maut yang melibatkan Toyota Avanza putih KH 1123 NU dan Yamaha Fazzio merah KH 4330 YU.

Di balik kecelakaan itu, tersimpan kisah pilu. Tiga korban yang meninggal dunia ternyata tengah menatap masa depan dengan rencana pernikahan.

Salah satunya Miko, pengemudi Toyota Avanza. Pria yang disebut bekerja sebagai anggota Polri itu seharusnya tengah mempersiapkan hari bahagianya.

Bulan depan, Miko dijadwalkan menikah

Namun, rencana yang telah dipersiapkan berubah menjadi duka. Kecelakaan maut di Km 18 mengakhiri perjalanan hidupnya sebelum hari pernikahan yang dinanti tiba.

Kisah pilu lainnya datang dari sepeda motor Yamaha Fazzio. Motor merah itu dikendarai Deddy Krisman, dengan Selin sebagai penumpang.

Keduanya bukan sekadar pengendara dan penumpang

Deddy dan Selin merupakan pasangan yang telah bertunangan. Mereka berencana melangsungkan pernikahan pada November mendatang.

Rencana membangun rumah tangga yang tinggal beberapa bulan lagi justru berakhir tragis di tengah perjalanan.

Pagi itu, Deddy dan Selin melaju dari arah Kasongan menuju Palangka Raya. Dari arah berlawanan, Avanza yang dikemudikan Miko datang menuju Kasongan.

Sesampainya di lokasi kejadian, Avanza diduga mengalami microslip hingga oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan. Benturan dengan Fazzio pun tak terhindarkan.

Ketiga korban akhirnya meninggal dunia

Miko, yang seharusnya menyambut pernikahan pada September, pergi lebih dahulu.

Deddy dan Selin, yang berencana menikah pada November, juga pergi bersama sebelum sempat mewujudkan janji pernikahan mereka.

Tiga orang. Tiga kehidupan. Dan tiga rencana masa depan yang akhirnya berhenti di Km 18 Tjilik Riwut.

Kini, yang tersisa bukan lagi persiapan pesta pernikahan, melainkan duka keluarga dan kenangan tentang tiga orang yang pergi terlalu cepat.

Editor : Ardo Ananda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *