Kotawaringin Barat

Ikhtiar Spiritual Hadapi Kemarau

60
×

Ikhtiar Spiritual Hadapi Kemarau

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Bupati Kobar Nurhidayah sambutan sebelum menunaikan salat sunah istisqa berjemaah, Selasa (18/8/2026) pagi. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Bupati Nurhidayah Bersama Warga Tunaikan Salat Istisqa

PANGKALAN BUN – Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah dan jajaran pemerintah daerah bersama masyarakat menunaikan salat istisqa di Halaman Kantor Bupati Kobar, Selasa (18/8/2026) pagi. Salat sunah memohon pertolongan Allah SWT agar menurunkan hujan yang bermanfaat ini menjadi ikhtiar spiritual di tengah ancaman el nino godzilla.

Bupati mengatakan, kemarau ekstrem yang tengah dihadapi mulai dirasakan dampaknya terhadap kehidupan. Sementara kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian muncul di beberapa wilayah.

“Kondisi saat ini mengharuskan kita melakukan penanganan secara menyeluruh, baik pencegahan dan penanggulangan bencana maupun ikhtiar spiritual. Karhutla yang melanda tidak hanya berpengaruh pada lingkungan, tapi juga telah mengganggu sektor transportasi, kesehatan, serta berbagai aktivitas masyarakat lainnya,” ucapnya.

“Dengan keikhlasan dan ketulusan niat bersama, mari kita memohon ampunan kepada Allah SWT. Semoga ini menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT melalui hujan penuh manfaat ke bumi Marunting Batu Aji,” tambahnya.

Nurhidayah juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah dan memperkuat solidaritas dalam melewati berbagai tekanan akibat kondisi alam maupun potensi bencana lain. Bupati juga mengungkapkan keprihatinannya atas musibah gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jagalah kekompakan dan solidaritas dalam situasi sesulit apa pun yang sedang kita rasakan saat ini. Mari kita juga mengambil pelajaran dari berbagai musibah yang terjadi di daerah lain. Tetaplah bersyukur atas kondisi yang ada, serta tunjukkan kepedulian dan empati kepada saudara-saudara di sana yang sedang tertimpa bencana,” ungkapnya.

Melalui kegiatan keagamaan tersebut, pemerintah daerah berupaya menyatukan ikhtiar lahir dan batin. Kesiapsiagaan menghadapi bencana diiringi dengan doa diharapkan mampu memperkuat seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi musim kemarau panjang. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *