PALANGKA RAYA – Di tengah kepungan asap dan perjuangan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petuk Ketimpun, Palangka Raya, ada sosok remaja yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dia adalah Rudiansyah, remaja 17 tahun asal Palangka Raya yang ikut turun membantu penanganan karhutla.
Salam khusus dari Presiden Prabowo disampaikan Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Petuk Ketimpun.
“Pak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan salam kepada Rudiansyah. Ini salah satu contoh anak muda yang luar biasa,” kata Raja Juli, Rabu (19/8/26).
Raja Juli bahkan menyebut Rudiansyah sebagai forest hero atau pahlawan penjaga hutan.
“Ini super hero, tetapi juga menjadi forest hero, tipe pahlawan yang menyelamatkan hutan kita,” ujarnya.
Rudiansyah masih duduk di bangku SMA. Namun, usianya yang muda tidak menghalanginya untuk ikut terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla.
Bagi Raja Juli, keberadaan Rudiansyah menjadi gambaran penting tentang bagaimana masyarakat dapat mengambil peran ketika bencana terjadi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Rudiansyah dan para relawan masyarakat yang ikut membantu pemadaman.
“Meskipun ada TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan seluruh pihak, tanpa partisipasi masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan ini pasti tidak akan bisa selesai,” tegasnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat tidak hanya dibutuhkan ketika api sudah membesar. Hal yang tidak kalah penting adalah mencegah agar kebakaran tidak terjadi.
Raja Juli sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca yang dinilai sangat berisiko.
“Sekali lagi saya ingatkan masyarakat agar jangan bermain api. Kondisinya sangat buruk sekali, cuacanya sangat buruk sekali,” katanya.
Ia menegaskan, penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama. Pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri serta berbagai unsur terkait akan terus melakukan upaya pemadaman dan pencegahan.
Namun, menurutnya, masyarakat tetap menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan karhutla.
Raja Juli menyebut semangat tersebut sebagai community participation dan community resilience semangat gotong royong serta ketangguhan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi bencana.
“Ini dilihatkan oleh adik kita. Masyarakat kita itu selalu ingin bergotong royong,” ujarnya.
Di tengah tantangan pemadaman, terutama keterbatasan air di lapangan, pemerintah juga menyiapkan langkah lain. Salah satunya operasi modifikasi cuaca (OMC) jika kondisi awan memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.
Raja Juli mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG terkait kemungkinan pelaksanaan OMC.
“Bila ada awan semai sedikit pun, secara teknis bisa disemai, kita akan lakukan OMC,” pungkasnya. (ifa/)












