Utama

Dugaan Penyerobotan Tanah Seret Nama Lurah Panarung, Camat Janji Selidiki

61
×

Dugaan Penyerobotan Tanah Seret Nama Lurah Panarung, Camat Janji Selidiki

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi : Dugaan Penyerobotan Tanah Seret Nama Lurah Panarung, Camat Janji Selidiki.

PALANGKA RAYA – Dugaan persoalan pertanahan di wilayah Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya, kembali menjadi sorotan.

Kali ini, beredar informasi di media sosial yang menuding adanya dugaan keterlibatan seorang lurah berinisial EK dalam perkara penyerobotan tanah.

EK disebut-sebut telah lama menduduki jabatan sebagai lurah. Kondisi tersebut turut menjadi pertanyaan di tengah munculnya sejumlah tudingan terkait persoalan tanah di wilayah Panarung.

Tak hanya menyeret nama EK, informasi yang beredar juga menyebut dugaan keterlibatan suaminya, berinisial JK, yang diketahui merupakan anggota kepolisian aktif.

Namun, seluruh tudingan tersebut masih sebatas informasi yang beredar dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Camat Pahandut Zein Bachsin, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (17/8/2026) siang, mengaku baru menerima informasi tersebut. Ia memastikan pihak kecamatan akan meminta penjelasan kepada lurah terkait.

“Baik, terima kasih informasinya. Yang ada postingan di TikTok nanti akan saya konfirmasi kepada lurah dan setelah itu kita sampaikan,” ujarnya.

Sorotan juga datang dari DPRD Kota Palangka Raya. Wakil Ketua I Komisi I, Salundik, menegaskan bahwa apabila terdapat aparatur kelurahan yang terbukti terlibat dalam persoalan tersebut, pemerintah kota harus mengambil tindakan tegas.

“Kalau ada dan terbukti, wali kota harus bertindak tegas,” tegasnya.

Sementara itu, dalam persoalan tanah di kawasan Jalan Adonis Samad, sepupu pemilik tanah bernama Anton mengungkap adanya dugaan penyerobotan lahan. Ia juga mengaku melihat aktivitas sejumlah orang di lokasi yang disebut melakukan ritual.

Menurut keterangannya, salah satu kendaraan yang datang ke lokasi diduga merupakan mobil lurah. Ia juga menyebut terdapat seorang perempuan yang turun dari kendaraan tersebut sambil membawa senjata tajam dan terlibat dalam aktivitas di lokasi.

“Yang datang itu pakai mobil warna merah dan itu mobil lurah. Pada saat turun mobil, ada perempuan seperti orang marah-marah menenteng senjata tajam dan melakukan ritual. Itu orang suruhan lurah,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditulis, tudingan tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta. Konfirmasi dari Lurah Panarung maupun pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan masing-masing pihak masih diperlukan untuk memperoleh gambaran yang berimbang.

Kasus ini pun kini menunggu tindak lanjut pemerintah kecamatan maupun pihak terkait guna memastikan duduk perkara sebenarnya dan mencegah konflik pertanahan semakin melebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *