NasionalPalangka RayaUtama

Bukan Superhero di Film, Rudiansyah Disebut ‘Forest Hero’ Penyelamat Hutan Palangka Raya

93
×

Bukan Superhero di Film, Rudiansyah Disebut ‘Forest Hero’ Penyelamat Hutan Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Bukan Superhero di Film, Rudiansyah Disebut 'Forest Hero’ Penyelamat Hutan Palangka Raya.

PALANGKA RAYA – Tak mengenakan jubah, tak punya kekuatan super, dan masih berusia 17 tahun.

Namun, Rudiansyah memilih turun langsung membantu menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Petuk Ketimpun, Palangka Raya.

Keberaniannya membuat Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni memberikan julukan khusus: “forest hero” atau pahlawan penjaga hutan.

Sebutan itu disampaikan Raja Juli saat meninjau lokasi karhutla di Petuk Ketimpun.

“Ini salah satu contoh anak muda yang luar biasa. Ini super hero, tapi ini juga menjadi forest hero, tipe pahlawan yang menyelamatkan hutan kita,” ujar Raja Juli, Rabu (19/8/26).

Rudiansyah diketahui masih duduk di kelas 1 SMA. Di tengah usianya yang belia, ia telah ikut terlibat dalam pekerjaan penanggulangan karhutla bersama masyarakat dan unsur terkait di lapangan.

Bagi Raja Juli, keberanian Rudiansyah menjadi gambaran bahwa perjuangan menyelamatkan hutan tidak selalu datang dari mereka yang berseragam, anak muda pun bisa mengambil peran.

Menurut Raja Juli, keterlibatan tersebut merupakan bentuk community participation atau partisipasi masyarakat.

Lebih dari itu, masyarakat juga memiliki community resilience ketangguhan untuk menghadapi bencana dan bangkit dari persoalan secara bersama-sama.

“Ini dilihatkan oleh adik kita. Masyarakat kita itu selalu ingin bergotong royong,” ujarnya.

Di balik kisah Rudiansyah sebagai forest hero, Raja Juli mengingatkan bahwa perjuangan melawan karhutla tidak berhenti di lokasi kebakaran.

Mencegah api muncul kembali menjadi bagian yang tak kalah penting.

Ia meminta masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi cuaca sedang sangat berisiko.

“Sekali lagi saya ingatkan masyarakat agar jangan bermain api. Kondisinya sangat buruk sekali, cuacanya sangat buruk sekali,” tegasnya.

Rudiansyah pun menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap hutan bisa dimulai dari siapa saja bahkan dari seorang anak SMA berusia 17 tahun yang memilih turun ketika hutan membutuhkan pertolongan. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *