Kotawaringin Barat

Bupati Kobar Temui Dirjen Perhubungan Udara

50
×

Bupati Kobar Temui Dirjen Perhubungan Udara

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN : Bupati Kobar Nurhidayah didampingi Kepala Dishub Kobar Rawandi saat menemui Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa dan jajaran di Jakarta, Rabu (12/8/2026) lalu. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Langkah Menuju Pembangunan Bandara Baru

PANGKALAN BUN – Pembangunan bandara baru di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), belum masuk tahap pelaksanaan fisik. Pemerintah daerah sedang berupaya mengejar persyaratan legalitas lahan dan dokumen kajian sebelum menuju tahap berikutnya.

Upaya pemenuhan persyaratan pun dilakukan Bupati Kobar Nurhidayah ke pemerintah pusat saat bertemu jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Nurhidayah didampingi Kepala Dinas Perhubungan Rawandi. Mereka diterima Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa bersama sekretaris serta jajaran.

Nurhidayah mengatakan, pemenuhan kelengkapan persyaratan terus berproses dan sudah ada beberapa dokumen yang diselesaikan. Menurutnya, kelengkapan dokumen menjadi salah satu kunci agar rencana pembangunan bandara tidak berhenti pada tahap penyediaan lahan.

“Salah satu pekerjaan yang belum tuntas adalah pensertifikatan lahan. Proses ini masih menunggu tahapan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional,” ujarnya.

Menurut Nurhidayah, pihaknya terus mendorong progres pembangunan bandara baru dengan menggandeng pemerintah pusat. Pemerintah daerah mengharapkan dukungan pusat melalui Dirjen Perhubungan Udara dalam melengkapi dokumen kajian yang dibutuhkan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyambut baik langkah yang dilakukan Pemkab Kobar. Ia menekankan pentingnya pemutakhiran data dan informasi sebagai bahan untuk melihat kesiapan serta tahapan yang perlu ditindaklanjuti dalam pembangunan bandara baru.

“Pemkab Kobar perlu memperbarui data mengenai kondisi terkini rencana pembangunan. Data ini diperlukan untuk memetakan pekerjaan yang sudah selesai, tahapan yang masih berjalan, sekaligus kebutuhan yang harus ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Lukman menambahkan, pembaruan informasi tidak hanya diperlukan untuk aspek lahan, tapi dari sisi udara. Dia minta adanya pembaruan informasi untuk menggambarkan kondisi dari sisi darat dan udara sebagai dasar melihat kesiapan pembangunan.

Rencana pembangunan bandara baru saat ini masih berkutat pada pemenuhan administratif dan teknis. Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan Pemkab Kobar intens berkoordinasi di kementerian untuk memastikan rencana bandara baru memiliki kelengkapan yang dibutuhkan pusat. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *