DPRD Kalimantan Tengah

DPRD Pertanyakan Tersendatnya Distribusi BBM Wilayah Barat

54
×

DPRD Pertanyakan Tersendatnya Distribusi BBM Wilayah Barat

Sebarkan artikel ini
‎FOTO : Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari FOTO:BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG


PALANGKA RAYA – DPRD Kalteng mempertanyakan tersendatnya distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah barat Kalimantan Tengah (Kalteng).

Keterlambatan distribusi BBM di wilayah barat Kalteng itu menyebabkan kembali terjadi antrian panjang BBM di sejumlah SPBU di Palangka Raya dan sejumlah SPBU di Kalteng wilayah barat.

Wakil Ketua II DPRD Kalteng, Muhammad Ansyari mengatakan persoalan yang terjadi  lebih mengarah pada jalur distribusi yang belum berjalan lancar, bukan karena stok BBM mengalami kelangkaan. Informasi mengenai kondisi tersebut, katanya, juga diterima dari sejumlah pihak di lapangan.

‎“Dari informasi yang saya tangkap, persoalannya lebih kepada distribusi yang kurang lancar. Jadi, kuncinya memang ada pada masalah distribusi. Dari bawah, saya juga sempat mendapatkan beberapa informasi terkait kondisi tersebut,” ujarnya, Jumat (14/8).

‎

‎Pasokan BBM di wilayah barat sendiri tidak sepenuhnya sama. Ansyari menyebut salah satu daerah yang masih terpantau relatif aman adalah Kabupaten Sukamara, sedangkan untuk sejumlah wilayah lainnya masih menunggu kepastian mengenai penyebab tersendatnya distribusi.

‎Menurutnya, belum adanya penjelasan langsung dari Pertamina membuat informasi yang beredar di masyarakat belum dapat dipastikan kebenarannya. Salah satu dugaan yang muncul berkaitan dengan kondisi kemarau yang berlangsung di sejumlah wilayah.

‎“Kami memang belum mendengar secara langsung penjelasan dari pihak Pertamina. Namun, ada beberapa informasi yang beredar, salah satunya kemungkinan faktor kemarau yang menyebabkan kapal tidak bisa masuk ke pelabuhan akibat sungai mengering,” kata Ansyari.

‎

‎DPRD Kalteng meminta Pertamina agar memberikan informasi agar masyarakat tidak terus menerima kabar yang simpang siur terkait kondisi BBM. Apalagi, gangguan distribusi berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat apabila tidak segera ditangani.

‎

‎Ansyari menegaskan pihaknya masih menunggu klarifikasi resmi dari Pertamina untuk mengetahui persoalan secara utuh. “Tetapi informasi yang kami terima belum secara utuh dan belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina,” pungkasnya.

‎

‎DPRD Kalteng berharap pihak terkait segera menyampaikan kondisi sebenarnya sekaligus memastikan jalur distribusi kembali normal. Kejelasan tersebut dinilai penting agar kebutuhan BBM masyarakat di wilayah barat tetap terjamin dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.(sep/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *