Kalimantan Tengah

Sidak Ritel dan Gudang di Kalteng, Stok Beras 17.892 Ton Aman hingga 10 Bulan

97
×

Sidak Ritel dan Gudang di Kalteng, Stok Beras 17.892 Ton Aman hingga 10 Bulan

Sebarkan artikel ini
INSPEKSI MENDADAK : Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq (kemeja putih) sidak ke HiCermart Superstore Palangka Raya dan Gudang BULOG Bukit Tunggal, Rabu (12/8/26).

PALANGKA RAYA – Perum BULOG memastikan stok pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam kondisi aman dan harga di tingkat konsumen tetap terkendali. Kepastian itu ditegaskan setelah jajaran manajemen BULOG bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke HiCermart Superstore Palangka Raya dan Gudang BULOG Bukit Tunggal, Rabu (12/8/26). Peninjauan dipimpin Wakil Direktur Utama Perum BULOG, Marga Taufiq.

Hasil pengecekan menunjukkan stok beras yang dikelola BULOG Kalteng mencapai 17.892 ton per 12 Agustus 2026. Selain itu, tersedia sekitar 958 ribu liter minyak goreng dan 121 ribu kilogram gula pasir.

Dengan kekuatan stok tersebut, BULOG menyatakan pasokan pangan di Kalteng berada dalam kondisi kuat dan diproyeksikan mampu menopang kebutuhan penyaluran beras hingga sekitar 10 bulan ke depan.

“Masyarakat Kalteng tidak perlu khawatir. Stok yang kami miliki lebih dari cukup untuk mendukung kebutuhan penyaluran ke depan. BULOG akan terus hadir menjaga ketahanan pangan, bukan hanya di Kalteng, tetapi juga di seluruh Indonesia,” tegas Marga Taufiq.

Selain memastikan stok, BULOG juga mengecek langsung harga pangan di tingkat ritel. Di HiCermart Superstore Palangka Raya, beras premium merek Punokawan tersedia dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram.

Harga jual yang ditemukan berada di level Rp 15.400 per kilogram, atau Rp 77.000 per kemasan 5 kilogram dan Rp 154.000 untuk kemasan 10 kilogram.

Marga mengatakan, pengecekan lapangan dilakukan untuk memastikan dua hal berjalan bersamaan, barang tersedia dan harga tetap terjangkau masyarakat.

“Kami melihat langsung kondisi di ritel modern. Stok pangan tersedia dan harga yang diterima masyarakat sesuai ketentuan. Sementara dari sisi ketersediaan, stok yang kami miliki juga sangat kuat,” ujar Marga.

Kondisi stok tersebut juga terlihat di Gudang BULOG Bukit Tunggal. Di kompleks pergudangan itu tersimpan sekitar 1.935 ton beras, 79 ribu liter minyak goreng, 29 ribu kilogram gula pasir, serta 22 ribu kilogram jagung.

BULOG memastikan stok tersebut menjadi bagian dari kesiapan menghadapi kebutuhan penyaluran pangan masyarakat di Kalteng.

Namun, kuatnya stok tidak berarti pengawasan dilonggarkan. BULOG bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan akan terus memantau distribusi, ketersediaan barang, dan pergerakan harga agar pasokan tidak tersendat dan harga tidak bergerak di luar ketentuan.

“Ketersediaan stok harus berjalan beriringan dengan keterjangkauan harga. Karena itu, pengawasan distribusi akan terus kami perkuat,” kata Marga.

Dari ritel hingga gudang, BULOG memastikan rantai pasok pangan di Kalteng berada dalam kondisi terkendali. Stok kuat, pasokan tersedia, harga diawasi. BULOG menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi hingga ke seluruh pelosok Kalteng dan Indonesia. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *