DPRD Kalimantan Tengah

‎Harga Karet Membaik, Dewan Harap Tetap Stabil

38
×

‎Harga Karet Membaik, Dewan Harap Tetap Stabil

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG‎

‎PALANGKA RAYA –  Kenaikan harga karet yang terus stabil menambah semangat para petani untuk menderes getah karet. Sebelumnya para petani di Kalteng enggan mengelola kebun karetnya karena harga jual yang rendah.

Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik mengatakan kondisi tersebut terlihat seiring membaiknya harga karet di tingkat petani. Menurutnya, harga komoditas tersebut kini sudah menembus Rp15 ribu lebih per kilogram, jauh meningkat dibanding sebelumnya yang hanya berkisar Rp5 ribu hingga Rp7 ribu.

“Saat ini harga karet sudah mendingan, sudah naik. Jadi masyarakat juga saya lihat menjadi bersemangat lagi untuk menderes karet. Kalau kemarin mereka malas melakukannya, saat ini yang saya tahu harga karet sudah mencapai Rp15 ribu lebih per kilogram,” katanya, Jumat (7/8).

‎Ia menilai, perubahan harga tersebut cukup memberikan dorongan bagi petani untuk kembali menggarap kebun. Sebab, rendahnya harga jual selama ini membuat kegiatan penyadapan karet dinilai kurang sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan petani untuk produksi dan operasional.

‎Sutik menyebut, dirinya belum mengetahui secara pasti faktor yang membuat harga karet mengalami kenaikan. Namun, ia bersyukur peningkatan harga tersebut memberikan ruang lebih baik bagi petani untuk memperoleh hasil dari komoditas yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat di sejumlah wilayah Kalteng.

 “Kenapa bisa naik, saya juga tidak tahu penyebabnya. Alhamdulillah harga naik tinggi, karena kalau harga di tingkat petani rendah, biaya operasional mereka tidak akan cukup, bahkan bisa habis untuk biaya produksi,” ujarnya.

‎Menurutnya, kondisi harga yang lebih baik perlu dijaga agar tidak kembali mengalami penurunan tajam. ” Kita DPRD Kalteng berharap pemerintah dan pihak terkait dapat ikut memperhatikan rantai perdagangan karet, sehingga kenaikan harga yang dirasakan saat ini bisa berlangsung lebih stabil dan memberi manfaat nyata bagi petani,” ungkap Sutik.

‎

‎Dengan harga yang konsisten, aktivitas perkebunan rakyat diharapkan terus berkembang dan pendapatan petani menjadi lebih terjamin. Kondisi tersebut juga penting untuk menjaga minat masyarakat terhadap usaha karet sebagai salah satu sumber ekonomi daerah.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *