Utama

Air Menipis, Gambut Terus Membara

412
×

Air Menipis, Gambut Terus Membara

Sebarkan artikel ini
SUMBER AIR : Sumur bor disiapkan sebagai sumber air alternatif untuk mempercepat pemadaman dan pembasahan lahan gambut yang terbakar di Palangka Raya. FOTO RADAR KALTENG

Karhutla Belum Tuntas, BPBD Andalkan Sumur Bor

PALANGKA RAYA – Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya menghadapi musuh baru. Yaitu air yang semakin sulit didapat. Di tengah musim kemarau, sejumlah sumber air mulai mengering. Sementara lahan gambut yang terbakar masih menyimpan bara di bawah permukaan dan sewaktu-waktu dapat kembali memunculkan api yang mengakibatkan kabut asap.

Kondisi itu membuat proses pemadaman tidak bisa dilakukan sekali jalan. BPBD Kota Palangka Raya bersama Satgas Karhutla harus berulang kali melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan bara tidak kembali menyala. Namun keterbatasan sumber air membuat upaya tersebut belum dapat dilakukan maksimal.

“Permasalahan yang kami hadapi adalah pemadaman belum dapat dilakukan secara tuntas karena keterbatasan sumber air. Ketika lahan gambut masih berasap, titik tersebut berpotensi kembali menyala,” jelas Plt Kalaksa BPBD Kota Palangka Raya Hendrikus Satriya Budi, Sabtu (8/8/2026).

Persoalan kian rumit karena parit, embung, maupun sumber air di sekitar lokasi kebakaran mulai mengering. Petugas pun harus mencari sumber air yang lebih dekat dengan titik api agar proses pemadaman tidak terkendala jarak dan waktu. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut yang luas.

“Karena itu kami berupaya mencari solusi agar sumber air berada lebih dekat dengan lokasi kebakaran sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif,” ucapnya.

Karakter lahan gambut juga membuat kebakaran sulit ditaklukkan. Api tidak hanya membakar semak dan vegetasi di permukaan, tetapi dapat menjalar ke lapisan bawah tanah. Bara yang tertinggal dalam gambut dapat kembali menyala ketika kondisi kering dan terkena udara. “Lahan gambut yang masih menyimpan bara api dapat kembali memunculkan titik api apabila pembasahan tidak dilakukan menyeluruh,” akuinya.

Untuk memutus persoalan tersebut, BPBD bekerja sama dengan Manggala Agni Daops Palangka Raya dan Universitas Palangka Raya menyiapkan sejumlah sumur bor di kawasan terdampak karhutla. Sumber air permanen yang lebih dekat dengan lokasi karhutla dinilai lebih efektif dibandingkan mengandalkan pengangkutan air dari embung menggunakan mobil tangki. “Dengan adanya sumur bor, pasokan air dapat tersedia lebih cepat sehingga proses pemadaman dan pembasahan lahan gambut bisa dilakukan secara maksimal,” ungkap Budi.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat kemampuan petugas menghadapi karhutla. Terutama pada lokasi gambut dan kawasan yang sulit dijangkau mobil pemadam. Di saat bersamaan, BPBD mengingatkan masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Warga juga diminta segera melaporkan setiap titik api maupun aktivitas pembakaran agar dapat ditangani sebelum membesar. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *