PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya didorong memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena el nino yang dapat mengganggu produksi pangan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mengendalikan potensi kenaikan harga di tengah musim kemarau.
Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Tantawi Jauhari mengatakan, pemerintah daerah perlu melakukan langkah mitigasi sejak dini untuk menghadapi kemungkinan musim kemarau yang lebih panjang.
Menurut dia, penurunan curah hujan dapat memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). “Dampak el nino terhadap sektor pangan tidak boleh dianggap remeh. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi sejak dini agar produksi pangan tetap terjaga dan masyarakat tidak menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Tantawi menilai penguatan ketahanan pangan harus dilakukan menyeluruh, mulai sektor produksi hingga distribusi. Dinas terkait, kata dia, perlu meningkatkan pendampingan kepada petani, termasuk melalui penyediaan sarana produksi, optimalisasi sistem irigasi, serta penerapan teknologi pertanian yang mampu menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Tidak hanya sektor pertanian, dampak el nino juga berpotensi dirasakan pada sektor perkebunan, peternakan dan perikanan. Cuaca yang lebih kering dapat memengaruhi produktivitas serta ketersediaan sumber daya yang menunjang produksi pangan.
Selain menjaga produktivitas, Tantawi menekankan pentingnya memastikan ketersediaan cadangan pangan daerah. Pengawasan terhadap distribusi bahan pokok juga perlu diperkuat agar pasokan tetap tersedia dan harga di tingkat masyarakat dapat terkendali.
“Kita mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan cadangan pangan daerah dan memperkuat pengawasan distribusi bahan pokok agar pasokan tetap aman serta harga tetap stabil di pasaran,” katanya.
Tantawi mengajak masyarakat ikut mencegah karhutla dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan. Menurut dia, kebakaran dapat memperparah dampak kekeringan terhadap lingkungan sekaligus mengancam sektor pangan. (ifa)












