Murung Raya

Ribuan Peserta Semarakkan Karnaval Budaya

47
×

Ribuan Peserta Semarakkan Karnaval Budaya

Sebarkan artikel ini
MUKUL GONG : Bupati Murung Raya, Heriyus, SE memukul gong sebagai simbolis pelepasan peserta karnaval, Senin (3/8/26). UDI/RADAR KALTENG

PURUK CAHU – Sebanyak 1.950 peserta dari berbagai unsur masyarakat mengikuti Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Murung Raya, Senin (3/8/26) tersebut berlangsung meriah dengan rute dari Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Murung Raya menuju Bundaran Emas, Kota Puruk Cahu.
Ketua Panitia Karnaval Budaya yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, mengatakan karnaval tahun ini diikuti 57 lembaga dan instansi dengan total 1.950 peserta.
Peserta terdiri atas sembilan satuan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA dengan jumlah 340 orang. Selain itu, terdapat 39 perangkat daerah dan kecamatan yang mengirimkan 1.340 peserta, serta sembilan lembaga dari kategori umum dengan total 270 peserta.
“Pemenang akan ditentukan oleh tiga dewan juri yang terdiri atas dua juri dari Palangka Raya dan satu juri lokal. Para juara akan menerima trofi dan uang pembinaan,” ujar Putu.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Karnaval Budaya merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Murung Raya bersama seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan, mengembangkan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya daerah.
, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya agar tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda maupun masyarakat luas.
Kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dalam melestarikan seni, budaya, dan pariwisata daerah.
Selain itu, karnaval menjadi bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam memajukan kebudayaan, melestarikan warisan budaya, meningkatkan daya tarik wisata berbasis budaya lokal, serta menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas.
Sementara itu, Bupati Murung Raya, Heriyus, mengatakan Karnaval Budaya merupakan agenda penting yang tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana memperkenalkan karakteristik budaya dan potensi pariwisata daerah.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang interaktif sekaligus media promosi nilai-nilai budaya daerah. Karnaval bukan hanya ajang pertunjukan seni, tetapi juga sarana edukasi dan inspirasi bagi generasi muda agar semakin mencintai budaya sendiri serta terus melestarikannya di tengah arus modernisasi,” katanya.
Heriyus menegaskan bahwa adat dan budaya merupakan identitas daerah yang harus dijaga bersama Dewan Adat Dayak dan seluruh masyarakat Kabupaten Murung Raya. (udi/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *