PALANGKA RAYA – Pembangunan pagar di SDN 4 Palangka Raya dipastikan menjadi salah satu prioritas peningkatan sarana pendidikan pada 2026.
Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat keamanan lingkungan sekolah yang berada di tepi jalan dengan lalu lintas kendaraan cukup padat.
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Sigit Widodo memastikan, pembangunan pagar sekolah inklusi percontohan tersebut ditargetkan terealisasi pada akhir 2026.
“Untuk pagar akan diselesaikan pada akhir tahun ini. Tahun lalu pemerintah sudah membangun ruang kelas baru di sekolah tersebut,” kata Sigit saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, pembangunan pagar merupakan kelanjutan dari peningkatan sarana dan prasarana pendidikan yang sebelumnya telah dilakukan pemerintah melalui pembangunan ruang kelas baru.
Saat ini SDN 4 Palangka Raya memiliki 181 peserta didik. Sebanyak 24 di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus dengan beragam kondisi, seperti ADHD, autisme, keterlambatan bicara, tunagrahita, hingga cerebral palsy.
Sigit menegaskan keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas dalam penyediaan fasilitas pendidikan.
Keberadaan pagar yang memadai diperlukan untuk mengurangi risiko siswa keluar dari lingkungan sekolah, terutama anak berkebutuhan khusus yang memerlukan pengawasan lebih intensif.
“Kami berharap pembangunan pagar dapat direalisasikan sesuai jadwal sehingga lingkungan SDN 4 Palangka Raya menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung proses belajar mengajar seluruh peserta didik,” ujarnya.
Ketua komisi yang membidangi pendidikan tersebut menambahkan DPRD Kota Palangka Raya akan terus mengawal proses pembangunan agar komitmen yang telah disampaikan dapat terlaksana.
Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar sekolah terpenuhi dan fasilitas pendidikan mampu memberikan perlindungan yang memadai bagi seluruh peserta didik. (ifa)












