KUALA KAPUAS – Bupati Barito Timur M Yamin menghadiri silaturahmi dan kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jumat (31/7/2026) lalu.
Kehadiran Bupati M Yamin bersama para kepala daerah se-Kalimantan Tengah itu menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Barito Timur dalam memperkuat sinergisitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendukung berbagai program strategis nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo, Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, forkopimda, TNI, Polri, kepala perangkat daerah, serta para bupati dan wakil bupati dari seluruh kabupaten di Kalteng.
Menkopolkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan, Kalimantan memiliki peran strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sekaligus penopang ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pelestarian lingkungan.
Menurut dia, berbagai tantangan seperti kebakaran hutan dan lahan, pertambangan tanpa izin, illegal logging, serta konflik agraria memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, aparat penegak hukum, dan seluruh elemen masyarakat.
“Pemerintah mengedepankan konsep president of solutions, yaitu pemerintahan yang berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur melalui program prioritas nasional,” tegas Menkopolkam.
Gubernur Agustiar Sabran juga memaparkan potensi besar Kalteng yang didukung sumber daya alam di sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pertambangan. Menurut dia, potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional.
Gubernur juga menekankan, tantangan seperti karhutla, pertambangan tanpa izin, illegal logging, dan konflik agraria harus ditangani secara kolaboratif seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan berjalan berkelanjutan.
Bagi Pemkab Bartim, kehadiran Bupati M Yamin dalam forum tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat maupun Pemprov Kalteng menghadapi musim kemarau serta meningkatkan kesiapsiagaan penanganan karhutla. (cah/diskominfo/ens)












