PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menyoroti pola komunikasi PT PLN (Persero) kepada masyarakat menyusul terjadinya pemadaman listrik di sejumlah wilayah.
Dalam rapat dengar pendapat bersama PLN Wilayah Kota Palangka Raya, dewan meminta agar setiap rencana pemadaman maupun gangguan jaringan disampaikan lebih awal kepada masyarakat.
Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi mengatakan, PLN telah memberikan penjelasan secara rinci mengenai penyebab pemadaman listrik dalam rapat tersebut.
Penjelasan itu kemudian dibahas bersama pimpinan dan anggota DPRD hingga menghasilkan sejumlah catatan yang menjadi perhatian.
“PLN telah menyampaikan secara jelas dan rinci terkait penyebab pemadaman listrik. Dari pembahasan bersama pimpinan dan anggota komisi, ada beberapa catatan yang menjadi hasil rapat,” kata Subandi kepada awak media, baru-baru ini.
Salah satu catatan utama DPRD adalah minimnya informasi yang diterima masyarakat ketika terjadi pemadaman listrik. Menurut Subandi, masyarakat berhak mengetahui penyebab padamnya listrik sekaligus estimasi waktu pemulihan agar dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, DPRD meminta PLN memperbaiki sistem penyampaian informasi kepada pelanggan. Setiap rencana pemadaman maupun gangguan diharapkan diumumkan jauh sebelum pelaksanaan agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
“Ke depan, apabila ada pemadaman atau gangguan lainnya, kami mengharapkan agar diberitahukan jauh-jauh hari kepada masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui penyebab pemadaman dan kapan listrik akan kembali pulih,” tegas Subandi.
DPRD menilai keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari pelayanan publik. Dengan komunikasi yang cepat, jelas, dan transparan, masyarakat tidak hanya memahami alasan terjadinya pemadaman, tetapi juga dapat mengantisipasi dampaknya terhadap aktivitas rumah tangga, usaha, maupun pelayanan publik. (ifa)












