Utama

Dampak Karhutla, ISPA di Palangka Raya Naik 15 Persen

32
×

Dampak Karhutla, ISPA di Palangka Raya Naik 15 Persen

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan

PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya mencatat adanya peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam dua pekan terakhir.

Kenaikan tersebut diduga dipengaruhi perubahan cuaca serta kondisi udara yang mulai terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa hari terakhir.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Riduan mengatakan, peningkatan kasus ISPA saat ini belum terlalu signifikan. Berdasarkan pemantauan sementara, kenaikan kunjungan pasien masih berada pada kisaran 10 hingga 15 persen.

“Biasanya ketika terjadi perubahan cuaca dari kondisi biasa menjadi panas, dalam waktu kurang lebih dua minggu akan ada peningkatan kunjungan pasien ISPA. Namun untuk saat ini peningkatannya tidak begitu tinggi,” ujar Riduan, Senin (27/7/2026).

Riduan mengimbau masyarakat yang mengalami gejala batuk, pilek, maupun gangguan pernapasan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Warga dapat memanfaatkan layanan di 11 puskesmas, 43 Puskesmas Pembantu, serta Rumah Sakit yang tersedia di Kota Palangka Raya.

Selain meningkatkan kewaspadaan, Dinas Kesehatan juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah dampak buruk dari paparan asap. Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak, memperbanyak minum air putih, serta menjaga kondisi tubuh.

“Kalau tidak penting, sebaiknya berdiam di rumah. Kemudian banyak minum air dan menghindari hal-hal yang bisa memicu batuk pilek,” kata Riduan.

Menurut dia, kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian lebih adalah penderita asma dan lanjut usia. Mereka dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ketika kualitas udara menurun akibat asap karhutla.

Terkait kemungkinan pembagian masker gratis, Riduan menyebut pihaknya akan mengupayakan ketersediaan masker dari stok yang ada. Jika tersedia, masker akan didistribusikan terutama melalui fasilitas pelayanan kesehatan untuk diberikan kepada pasien dengan keluhan ISPA.

Riduan juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terlebih ketika kondisi udara mulai terasa berasap. “Kalau tidak ada kepentingan, tidak perlu keluar rumah. Lebih baik mencegah daripada nanti harus mengobati,” tuturnya.

Selain ISPA, paparan asap juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan lain seperti iritasi pada mata. Dinas Kesehatan meminta masyarakat tetap menjaga kesehatan selama periode musim kemarau dan meningkatnya potensi karhutla. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *