PALANGKA RAYA – Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap masker dan tabung oksigen portabel (oxycan) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya.
Pelaku usaha di sektor kesehatan diminta tetap menjaga kewajaran harga serta memastikan ketersediaan produk bagi warga.
Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Arif M Norkim mengimbau apotek, toko alat kesehatan, dan distributor agar tidak menaikkan harga masker maupun oxycan secara tidak wajar di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk akibat karhutla.
Menurut Arif, peningkatan kebutuhan terhadap perlengkapan kesehatan merupakan hal yang wajar saat masyarakat menghadapi dampak kabut asap. Namun, kondisi tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memperoleh keuntungan berlebihan.
“Saat masyarakat membutuhkan masker dan Oxycan karena kabut asap, jangan sampai ada pihak yang menaikkan harga secara drastis. Kebutuhan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujarnya, Selasa, (28/7/2026).
Selain menjaga stabilitas harga, Arif juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik penimbunan masker maupun Oxycan yang dapat menyebabkan kelangkaan barang di pasaran.
Ia meminta instansi terkait bersama aparat penegak hukum melakukan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan produk kesehatan selama musim karhutla.
Ia menambahkan, pemerintah daerah perlu memastikan stok masker dan Oxycan tetap tersedia agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan tersebut dengan mudah apabila kondisi udara terus memburuk.
“Kami harap seluruh pelaku usaha menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat dengan tetap menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang, sehingga kebutuhan kesehatan warga dapat terpenuhi selama menghadapi dampak kabut asap karhutla,” pungkasnya. (ifa)












