PALANGKA RAYA – Menyusutnya debit air akibat musim kemarau dinilai tidak boleh menjadi alasan menurunnya daya tarik wisata Kereng Bangkirai di Kota Palangka Raya.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Hasan Busyairi, mendorong pemerintah kota bersama pengelola wisata menghadirkan berbagai inovasi agar kunjungan wisatawan tetap terjaga.
Menurut Hasan, Kereng Bangkirai merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Kota Palangka Raya yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah kreatif agar minat wisatawan tetap tinggi meskipun kondisi alam mengalami perubahan.
“Musim kemarau memang menyebabkan debit air surut, namun jangan sampai mengurangi minat wisatawan. Pengelola bersama pemerintah perlu menghadirkan inovasi agar Kereng Bangkirai tetap menjadi destinasi favorit masyarakat,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Ia menilai peningkatan fasilitas pendukung, menjaga kebersihan kawasan wisata, memperkuat aspek keamanan pengunjung, serta menggelar berbagai kegiatan budaya dan promosi dapat menjadi upaya untuk mempertahankan jumlah kunjungan selama musim kemarau.
Selain itu, Hasan berharap para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan wisata tetap mendapat perhatian melalui program pembinaan dan promosi.
“Para pelaku UMKM juga perlu mendapat pembinaan dan dukungan promosi agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan, meskipun jumlah pengunjung berpotensi berkurang selama musim kemarau,” katanya.
Hasan menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga Kereng Bangkirai sebagai destinasi wisata andalan.
“Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola wisata, dan masyarakat, Kereng Bangkirai akan tetap menjadi destinasi wisata andalan yang mampu menggerakkan perekonomian lokal sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (ifa)












