Pulang Pisau

Pemkab Pantau Karhutla Secara Intensif

44
×

Pemkab Pantau Karhutla Secara Intensif

Sebarkan artikel ini
MENINJAU: Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa'i dan unsur terkait menerima arahan Gubernur Kalteng, H Agustiar Sabran saat meninjau Posko Siaga karhutla Polres Pulang Pisau, Jumat (24/7/26). Foto: Ist

PULANG PISAU – Bupati Pulang Pisau, H Ahmad Rifa’i menegaskan untuk memastikan penanganan berjalan optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kebakarannya hutan dan lahan (karhutla) di di wilayahnya, khususnya di kawasan Desa Tumbang Nusa.

Hal itu disampaikan Bupati saat mendampingi Gubenur Kalteng, H Agustiar Sabran, Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin saat meninjau Posko Siaga karhutla Polres Pulang Pisau yang bertempat di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya, Jumat (24/7/26).

“Pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi karhutla agar upaya pencegahan dan penanganan dapat berjalan efektif, ” tegasnya

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Pulang Pisau yang akan membuka lahan agar tidak melakukan dengan cara membakar.

“Karena dampak sangat luas bagi masyarakat dan pelaku dapat diproses secara hukum, ” tegasnya

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya bersama seluruh unsur terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan serta melakukan upaya penanganan di lapangan guna meminimalisir dampak kebakaran.

Herman menjelaskan beberapa kendala yang dihadapi petugas di lapangan, di antaranya kondisi air sungai yang mulai mengalami pendangkalan, cuaca yang sangat panas, serta arah angin yang berubah-ubah sehingga mempengaruhi pergerakan api dan asap.

“Melalui peninjauan tersebut diharapkan seluruh pihak dapat terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla sehingga dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminimal mungkin,” pungkasnya. (ung/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *