Katingan

PBPHS Wadah Pelestarian Budaya Katingan

41
×

PBPHS Wadah Pelestarian Budaya Katingan

Sebarkan artikel ini
PUKUL KATAMBUNG : Bupati Katingan Saiful, S.Pd, M.Si bersama Ketua TP-PKK Katingan Ny. Sumiati Saiful dan pejabat lainnya saat membuka PBPHS Tahun 2026, di Gedung Salawah Kasongan, Sabtu (18/7/26). FOTO: DISKOMINFOSTANDI KATINGAN

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan menggelar Festival Budaya Penyang Hinje Simpei (PBPHS) Tahun 2026 sebagai wadah apresiasi bagi para pelaku seni dan budaya.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Katingan Saiful, S.Pd., M.Si., didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan Ny. Sumiati Saiful di Gedung Salawah Kasongan, Sabtu (18/7/26) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Saiful mengatakan festival budaya memiliki peran penting sebagai ruang bagi para seniman dan pegiat budaya untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

“Festival budaya ini menjadi wadah bagi para seniman dan pegiat budaya untuk menampilkan karya seni yang kita miliki. Melalui kegiatan ini, kita ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Kabupaten Katingan memiliki seni dan budaya yang patut menjadi kebanggaan bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PBPHS Tahun 2026 mempertandingkan sejumlah cabang seni yang diikuti perwakilan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Katingan.

Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga bertujuan menjaring talenta terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada tingkat yang lebih tinggi.

Bupati berharap dewan juri dapat melakukan penilaian secara objektif dengan memilih peserta yang memiliki kemampuan, kualitas, serta pemahaman yang baik terhadap seni dan budaya yang dilombakan.

“Peserta terbaik yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjadi wakil Kabupaten Katingan dengan menampilkan kemampuan terbaik saat berkompetisi di tingkat provinsi,” katanya.

Menurut Saiful, tujuan utama penyelenggaraan festival budaya bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan memastikan seni dan budaya daerah tetap hidup, dikenal, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi penerus.

“Juara bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah bagaimana kita mengangkat dan memperlihatkan kepada masyarakat bahwa di Katingan terdapat seni dan budaya yang harus dijaga bersama. Jangan sampai muncul anggapan bahwa daerah kita tidak memiliki kekayaan budaya hanya karena tidak ada wadah untuk menampilkannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, festival budaya juga memberikan ruang bagi para seniman untuk mengembangkan minat dan bakat. Di samping itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong generasi muda agar lebih aktif berkarya dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang positif sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya daerah. (ndi/ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *