PALANGKA RAYA – Bagi warga Palangka Raya, adanya gosong di bawah Jembatan Kahayan bukanlah fenomena baru. Setiap musim kemarau, hamparan pasir itu selalu dipadati masyarakat yang datang untuk bermain air, bersantai, hingga berenang. Namun hampir setiap tahun pula kawasan tersebut menjadi lokasi yang mengkhawatirkan karena beberapa kali memakan korban tenggelam maupun nyaris merenggut nyawa akibat arus Sungai Kahayan yang deras dan kedalaman yang berubah tiba-tiba.
Bahaya itu muncul karena permukaan gosong yang tampak dangkal sering membuat pengunjung lengah. Padahal, hanya beberapa meter dari hamparan pasir terdapat alur sungai yang dalam dengan arus cukup kuat. Kondisi tersebut sangat berisiko. Terutama bagi anak-anak dan remaja yang bermain tanpa pengawasan maupun warga saat nekat berenang ke tengah sungai.
Kondisi itulah yang mendorong pemerintah terus mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap gosong sebagai tempat wisata air yang aman. Edukasi dan patroli rutin petugas dilakukan setiap musim kemarau sebagai upaya mencegah terulangnya kecelakaan maupun korban jiwa di kawasan bawah Jembatan Kahayan.
Fenomena ini mendapat perhatian Pemerintah Kota Palangka Raya. Kamis (16/7/2026), Satpol PP Kota Palangka Raya bersama Kecamatan Pahandut, Kelurahan Pahandut Seberang, dan linmas memantau, sosialisasi, serta siaran keliling di bawah Jembatan Kahayan. Tujuannya mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan gosong sebagai lokasi bermain maupun berenang.
Kasat Pol PP Kota Palangka Raya Berlianto mengatakan, pihaknya telah menginstruksikan personel mengedukasi masyarakat. Bahkan berkoordinasi dengan Kecamatan Pahandut agar pengawasan lebih maksimal lagi. “Kemarin sore saya sudah minta anggota ke seberang untuk sosialisasi,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Binmas Satpol PP Kota Palangka Raya lebih dulu memberikan arahan kepada personel sebelum turun ke lapangan. Setelah itu, petugas menyusuri kawasan gosong bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan warga setempat untuk mengimbau secara langsung.
Petugas mengingatkan masyarakat tidak berenang ataupun bermain sepanjang area gosong. Meski permukaan pasir tampak aman, arus Sungai Kahayan di sekitarnya tetap deras dan kedalaman air dapat berubah tiba-tiba.
Saat peninjauan, kondisi kawasan masih relatif sepi karena belum memasuki waktu sore ketika masyarakat biasanya mulai berdatangan menikmati suasana di tepi sungai. Meski demikian, petugas tetap memberikan edukasi kepada warga di sekitar bantaran sungai agar bersama-sama menjaga keselamatan.
Kemunculan gosong di bawah Jembatan Kahayan memang selalu menjadi fenomena tahunan ketika debit Sungai Kahayan menurun akibat kemarau. Hamparan pasir yang luas kerap menjadi daya tarik bagi anak-anak hingga orang dewasa untuk bermain air, berfoto, bahkan menyeberang ke bagian tengah sungai.
Namun di balik keindahannya, kawasan tersebut menyimpan bahaya yang tidak boleh dianggap remeh. Setiap tahun, pemerintah dan aparat keamanan berulang kali mengingatkan masyarakat. Karena lokasi itu berpotensi menimbulkan korban jiwa akibat tenggelam maupun terseret arus sungai.
Satpol PP berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga tidak ada lagi korban yang jatuh akibat mengabaikan peringatan. Pemerintah memastikan sosialisasi dan pengawasan akan terus dilakukan selama musim kemarau, ketika gosong Sungai Kahayan kembali menjadi magnet bagi warga untuk beraktivitas. (ter/ens)












