PALANGKA RAYA – Upaya menekan angka siswa yang bolos sekolah dinilai tidak cukup hanya mengandalkan peran guru dan orang tua saja. Para pelaku usaha seperti kafe, restoran, dan warung kopi juga didorong untuk ikut berpartisipasi dengan tidak memberikan ruang bagi pelajar yang meninggalkan sekolah saat jam belajar.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Rana Muthia Oktaria meminta Pemerintah Kota Palangka Raya mengeluarkan imbauan kepada pemilik kafe, restoran, warung kopi, dan tempat usaha sejenis agar tidak menjadi lokasi berkumpulnya siswa yang bolos saat jam sekolah.
Menurut Rana, penanganan anak bolos merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dan pelaku usaha.
“Kami mendorong pemerintah kota memberikan imbauan kepada pemilik kafe, restoran, warkop, dan tempat usaha lainnya agar tidak menjadikan tempat usahanya sebagai lokasi anak-anak bolos sekolah saat jam pelajaran berlangsung,” kata Rana, Kamis (16/7/2026).
Dia menjelaskan, pemilik usaha dapat mengambil peran sederhana dengan menanyakan status pengunjung yang masih mengenakan seragam sekolah pada jam pelajaran.
Jika diketahui membolos, mereka diharapkan mengingatkan agar kembali ke sekolah atau menghubungi pihak terkait.
Dijelaskannya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga masa depan generasi muda sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung kedisiplinan peserta didik.
Selain melibatkan pelaku usaha, Rana juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi dengan sekolah, Satpol PP, Dinas Pendidikan, serta orang tua untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap siswa yang kedapatan membolos.
Dia berharap sinergi seluruh pihak dapat menekan pelanggaran disiplin siswa sehingga proses belajar mengajar berlangsung lebih optimal dan kualitas pendidikan di Kota Palangka Raya semakin meningkat.
“Hal ini sangat penting mengingat ada beberapa sekolah yang sudah melaksanakan masa pengenalan sekolah, maupun yang sedang berlangsung. Terutama saat dimulainya belajar efektif dilakukan, langkah tegas dilakukan untuk atasi anak bolos sekolah,” pungkasnya. (ifa)












