Utama

Harapan Baru dari Sekolah Rakyat Palangka Raya

550
×

Harapan Baru dari Sekolah Rakyat Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
PENYEMATAN ATRIBUT : Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyematkan atribut kepada perwakilan peserta didik saat pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 39, Tangkiling, Selasa (14/7/2026). RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

Diawali MPLS, Dibuka Wali Kota di Tangkiling

PALANGKA RAYA – Langkah pasti para peserta didik menjajaki lokasi Sekolah Rakyat Palangka Raya menjadi penanda dimulainya perjalanan baru, Selasa (14/7/2026). Melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), para siswa SR dikenalkan dengan lingkungan sekolah, kehidupan berasrama, serta aturan yang akan menjadi bagian dari keseharian mereka selama menempuh pendidikan, serta menjadi motivasi untuk menggapai cita-cita.

Di balik semangat para siswa, terselip rasa haru dari orang tua yang merelakan anaknya tinggal jauh dari rumah. Momen itu menjadi awal harapan besar, agar kesempatan belajar di Sekolah Rakyat (SR) mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik bagi peserta didik.

Sekolah Rakyat Palangka Raya dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektare dengan rencana total luas bangunan 27.150 meter persegi. Pada tahap awal, dua bangunan ruang kelas telah rampung dan siap digunakan menunjang proses belajar mengajar peserta didik tahun ajaran 2026/2027. Sementara pembangunan fasilitas lainnya dilakukan bertahap.

“Pendidikan harus menjadi jembatan yang mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat, memutus mata rantai kemiskinan, serta menciptakan generasi cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” ucap Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Kota Palangka Raya Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Permanen Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km 39, Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Selasa (14/7/2026).

MPLS berlangsung selama 19 hari. Mulai 13 hingga 31 Juli 2026. Materinya difokuskan pada adaptasi lingkungan sekolah, pengenalan akademik, pembentukan karakter, kesamaptaan, hingga penguatan jati diri peserta didik.

Berdasarkan informasi, Sekolah Rakyat Palangka Raya pada tahun ajaran pertama ditargetkan menerima 270 peserta didik. Kuota tersebut masing-masing terdiri dari 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Hingga 13 Juli 2026, telah terjangkau 1.259 anak. “Sebanyak 135 calon peserta didik menyatakan berminat mengikuti Sekolah Rakyat. Terdiri atas 54 siswa SD, 57 siswa SMP, dan 24 siswa SMA. Sebanyak 120 calon siswa berasal dari Kota Palangka Raya. Sedangkan 15 lainnya berasal dari luar daerah,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Riduan.

Sementara Kementerian Sosial memastikan proses rekrutmen tenaga pengajar Sekolah Rakyat dilakukan secara nasional bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan. Meski demikian, tenaga pengajar yang berasal atau berdomisili di daerah setempat akan diprioritaskan apabila memenuhi persyaratan.

Plt Inspektur Bidang Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Hernowo mengatakan, rekrutmen tersebut dilakukan untuk memperoleh tenaga pengajar terbaik tanpa mengganggu kebutuhan guru yang telah dimiliki pemerintah daerah. Menurutnya, penerimaan tenaga pendidik dilakukan di luar formasi yang sudah ada.

“Secara nasional, tahun ajaran 2026/2027 terdapat 93 Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi dengan target masing-masing menerima 270 peserta didik, dan kapasitasnya akan berkembang hingga 1.080 siswa ketika seluruh jenjang telah terisi penuh,” ungkapnya.

Salah satu orang tua peserta didik, Rina, yang berasal dari Kecamatan Bukti Batu, mengantarkan kepindahan anaknya ke Sekolah Rakyat agar mendapat pendidikan yang lebih baik. “Mudahan Sekolah Rakyat dapat membantu anak-anak kurang mampu, menanamkan kemandirian serta memberikan pendidikan layak bagi anak putus sekolah,” harapnya. (ter/sep/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *