PALANGKA RAYA – Perlindungan terhadap warga terdampak dan keberlangsungan proses belajar mengajar menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya menyusul kebakaran yang terjadi di Gang Sari 45, Jalan Dr Murjani, Minggu (12/7/2026). Selain menghanguskan sejumlah rumah, musibah tersebut juga berdampak pada bangunan sekolah di sekitar lokasi kebakaran.
Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Sri Ani Rintuh menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami masyarakat. Ia menegaskan pemerintah harus memastikan penanganan terhadap korban berjalan cepat, sekaligus menjamin hak para pelajar tetap memperoleh layanan pendidikan.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi di Gang Sari 45. Semoga seluruh korban diberikan kekuatan dan ketabahan, sementara pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat bergerak cepat memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan para korban dapat terpenuhi,” ujar Sri, Selasa (14/7/2026).
Menurut Sri, langkah cepat pemerintah daerah bersama instansi terkait sangat diperlukan untuk mendata seluruh kerusakan, termasuk fasilitas pendidikan yang terdampak. Pendataan tersebut dinilai penting agar proses belajar mengajar dapat segera dipulihkan tanpa mengganggu aktivitas siswa.
Ia juga mengapresiasi respons cepat petugas pemadam kebakaran, aparat pemerintah, relawan, dan masyarakat yang bergotong royong memadamkan api serta membantu proses evakuasi warga. “Semangat gotong royong yang ditunjukkan menjadi kekuatan penting dalam menghadapi musibah,” katanya.
Sri mendorong pemerintah terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat penduduk. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, serta peningkatan kesiapsiagaan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.
Menurutnya, langkah-langkah pencegahan yang konsisten akan membantu meminimalkan risiko kebakaran di masa mendatang sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat. (ifa)












