32 Rumah Hangus, Investigasi Awal Mengarah ke Korsleting Listrik
PALANGKA RAYA – Duka masih menyelimuti warga Gang Sari 45, Jalan Dr Murjani, Kota Palangka Raya, Senin (13/7/2026). Sehari setelah kebakaran hebat yang meluluhlantakkan permukiman padat penduduk itu, puluhan keluarga masih bertahan di posko darurat. Sementara sebagian memilih mengungsi ke rumah kerabat. Di tengah puing-puing bangunan yang hangus, warga berusaha mencari harta benda yang masih bisa diselamatkan.
Sejak pagi hingga siang, para korban terlihat memilah besi, peralatan rumah tangga, hingga dokumen penting dari reruntuhan bangunan. Aktivitas itu dilakukan sembari menunggu kepastian bantuan dan pendataan lanjutan dari pemerintah. Kebakaran tersebut tercatat berdampak pada 43 kepala keluarga atau sekitar 128 jiwa.
Ketua RT 01 Nawawi menjadi salah satu warga yang menyaksikan langsung awal munculnya kobaran api. Menurutnya, api pertama kali terlihat di depan rumahnya. Mendengar teriakan warga, ia bersama tetangga berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah lainnya.
“Awalnya api muncul di depan rumah saya. Saat terdengar teriakan ada kebakaran, saya bersama warga langsung menuju lokasi asal api untuk membantu memadamkan,” terangnya, Senin (13/7/2026).
Pemerintah Kelurahan Pahandut bersama instansi terkait mendirikan posko darurat dan mendata korban. Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, posko menjadi pusat koordinasi agar penyaluran bantuan, layanan kesehatan, hingga penyampaian informasi kepada warga dapat berjalan lebih efektif. “Kami berharap seluruh warga memanfaatkan posko agar proses pendataan dan penyaluran bantuan lebih terkoordinasi,” ucapnya, Senin (13/7/2026).
Data sementara menunjukkan sekitar 40 bangunan terdampak. Kerusakan paling parah di RT 01 dengan 20 rumah hangus, satu barak tiga pintu, dan satu bangunan madrasah. Sementara di RT 03 terdapat 12 rumah rusak berat dan dua rumah rusak ringan. Sedangkan RT 02 tercatat empat rumah rusak ringan. Secara keseluruhan terdapat 32 rumah rusak berat, enam rumah rusak ringan, satu barak tiga pintu, dan satu bangunan madrasah yang terbakar.
Sementara itu, hasil investigasi awal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mengarah pada dugaan hubungan arus pendek atau korsleting listrik sebagai penyebab kebakaran. Dugaan tersebut diperoleh dari pemeriksaan lokasi kejadian dan keterangan sejumlah saksi.
Pelaksana Tugas Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya Urianinu Napulangit menjelaskan, sumber api diduga dari sambungan listrik pompa air di bagian belakang rumah milik Zakiah, yang diduga menjadi titik awal kebakaran. Saat kejadian, pemilik rumah sedang beristirahat bersama bayi berusia enam bulan sebelum terbangun akibat teriakan anaknya yang melihat api dari arah dapur.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan lokasi serta evaluasi terhadap bukti yang tersedia, penyebab utama kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek pada sambungan listrik pompa air di bagian belakang rumah. Kabel stop kontak yang digunakan merupakan kabel serabut, sementara daya listrik rumah tersebut berkapasitas 2.200 watt,” jelasnya.
Menurut Urianinu, tim investigasi kesulitan menemukan barang bukti karena bangunan asal api telah habis terbakar. Selain dugaan korsleting, kebakaran juga diperparah oleh padatnya permukiman, dominasi bangunan berbahan kayu, cuaca panas saat musim kemarau, serta angin yang cukup kencang sehingga api dengan cepat menjalar ke bangunan lain. Luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 3.078 meter persegi.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Pemerintah terus melakukan pendataan lanjutan dan berbagai bantuan dari pemerintah maupun masyarakat terus berdatangan untuk meringankan beban para korban. (ter)












