PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Hasan Busyairi berharap penutupan sementara lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Palangka Raya dapat segera diselesaikan.
Menurut dia, keberlangsungan program makan bergizi gratis (MBG) sangat dinantikan masyarakat, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Hasan mengatakan, di tengah masyarakat memang terdapat beragam pandangan terhadap program MBG. Namun ia menilai program tersebut tetap memberikan manfaat bagi banyak keluarga, dalam membantu pemenuhan gizi anak-anak.
“Kami berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan. Memang di masyarakat ada pro dan kontra terhadap Program MBG. Ada yang menganggap program ini tidak terlalu penting, tetapi banyak juga yang berharap program tersebut tetap berjalan,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat mengambil kebijakan yang bijaksana terhadap lima SPPG yang masih dikenai suspensi. Menurutnya, apabila seluruh persyaratan dan catatan perbaikan telah dipenuhi, maka SPPG tersebut sebaiknya diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi.
“Karena itu, kami berharap BGN dapat memberikan kebijakan yang bijaksana. Mengingat tahun ajaran baru sudah dekat, SPPG yang saat ini terkena suspensi sebaiknya diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi apabila seluruh persyaratan dan catatan perbaikan telah dipenuhi,” katanya.
Hasan menilai, penutupan SPPG tidak hanya berdampak kepada pengelola, tetapi juga masyarakat yang selama ini menerima manfaat dari program MBG.
“Yang dirugikan bukan hanya pemilik SPPG, tetapi juga para penerima manfaat. Selama ini masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, sangat berharap program ini tetap berjalan karena dapat membantu mengurangi pengeluaran dan mendukung pemenuhan gizi anak-anak,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa para pemilik SPPG telah mengeluarkan investasi yang cukup besar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Karena itu, ia berharap setelah seluruh kekurangan diperbaiki sesuai ketentuan, operasional SPPG dapat kembali dibuka.
“Harapan saya, apabila seluruh kekurangan yang menjadi catatan sudah diperbaiki sesuai ketentuan, maka berikan kesempatan kepada SPPG tersebut untuk beroperasi kembali. Kami memahami bahwa pemilik SPPG telah mengeluarkan investasi yang tidak sedikit. Selain itu, para siswa sebagai penerima manfaat juga dapat kembali menikmati program tersebut,” pungkasnya. (ifa)












