DPRD Gunung Mas

SDA Melimpah Belum Berdampak Bagi UKM Lokal

68
×

SDA Melimpah Belum Berdampak Bagi UKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gumas Carles Prenky. foto: ist

KUALA KURUN – Kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di Kabupaten Gunung Mas dinilai belum memberikan dampak maksimal bagi pelaku usaha lokal. Kondisi itu mendorong DPRD Gunung Mas minta pemerintah daerah tidak hanya fokus pada potensi alam saja, tapi juga serius membangun kapasitas usaha kecil menengah (UKM) agar mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

Anggota DPRD Gunung Mas Carles Prenky menegaskan, pembinaan terhadap pelaku UKM harus menjadi prioritas. Menurutnya, masyarakat lokal harus memperoleh ruang yang lebih besar mengembangkan usaha sehingga potensi SDA yang melimpah dapat diolah, dimanfaatkan, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Perlu ada pembinaan bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, peluang usaha bagi masyarakat semakin terbuka dan potensi yang kita miliki benar-benar bisa dimanfaatkan. Ini bukan hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tapi juga menciptakan lapangan usaha baru,” ujar Carles, Minggu (12/7/2026).

Politikus Partai Golkar itu menilai, pengembangan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci agar kekayaan SDA Gunung Mas tidak hanya menjadi komoditas mentah. Menurutnya, ketika kualitas SDM meningkat, masyarakat akan lebih siap mengelola potensi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.

“Sangat penting meningkatkan kualitas SDM masyarakat. Kalau manusianya siap, maka SDA yang melimpah juga akan mampu dikelola dengan baik dan memberikan manfaat yang lebih besar,” katanya.

Anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) III yang meliputi Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Miri Manasa, Damang Batu, dan Tewah itu menambahkan, peluang pengembangan industri kecil di Gumas masih terbuka lebar. Terutama sektor kuliner, kerajinan tangan, dan berbagai produk berbasis potensi lokal.

Menurut Carles, hingga kini masih banyak potensi daerah yang belum tergarap secara optimal. Karena itu, ia berharap pemerintah terus mendorong tumbuhnya industri kreatif berbasis masyarakat agar mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

“Potensi kita sangat besar, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Kalau sektor kerajinan, kuliner, dan usaha berbasis potensi lokal terus dikembangkan, bukan hanya masyarakat yang merasakan manfaatnya, tetapi daerah juga akan memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar,” tandasnya. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *