PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Hasan Busyairi menegaskan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) harus menjadi ajang pembentukan karakter dan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru. Bukan diisi kegiatan yang mengarah pada perpeloncoan.
Menurut Hasan, MPLS merupakan masa orientasi bagi siswa memasuki jenjang pendidikan baru, sehingga mereka perlu dibantu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, aturan, serta budaya belajar yang akan dihadapi.
“Menurut saya, MPLS pada dasarnya merupakan masa orientasi bagi siswa yang memasuki lingkungan pendidikan baru. Misalnya dari SD ke SMP atau dari SMP ke SMA. Mereka perlu mengenal lingkungan sekolah baru,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Dia menilai, pola pelaksanaan MPLS sudah seharusnya meninggalkan metode lama yang mengandung unsur kekerasan maupun perpeloncoan. Sebaliknya, kegiatan harus diarahkan pada pembinaan dan pengenalan lingkungan sekolah.
“Pelaksanaan MPLS sebaiknya tidak lagi menggunakan cara-cara lama yang mengandung unsur kekerasan atau perpeloncoan. Yang diperlukan adalah pengenalan lingkungan sekolah, guru, aturan, dan budaya belajar yang ada,” tegasnya.
Hasan menjelaskan, MPLS cukup dilaksanakan beberapa hari dengan memberikan pembekalan yang dapat membantu siswa beradaptasi di lingkungan pendidikan baru.
“Cukup dilakukan beberapa hari dengan memberikan arahan dan pembinaan kepada peserta didik. Mereka perlu diberikan pemahaman bahwa mereka sedang memasuki lingkungan baru yang harus dikenal dan dipahami,” ungkapnya.
Dia berharap seluruh sekolah menjadikan MPLS momentum membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi peserta didik baru. (ifa)












