Kotawaringin Timur

Bupati Canangkan Gerakan Ayah Antar Anak

61
×

Bupati Canangkan Gerakan Ayah Antar Anak

Sebarkan artikel ini
Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor. foto: ist

‎‎Pada Hari Pertama Masuk Sekolah di Kotim

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak para ayah untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Salah satu wujudnya melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang resmi diberlakukan melalui Surat Edaran (SE) Bupati Kotim.

‎Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah.

‎Melalui surat edaran itu, Bupati Halikinnor menegaskan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pendidikan anak sejak usia dini. Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah dinilai mampu memberikan dukungan emosional sehingga anak lebih percaya diri, nyaman, dan siap mengikuti kegiatan belajar.

‎”Gerakan ini untuk mendukung penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” kata Halikinnor dalam surat edaran yang diterbitkan beberapa hari lalu.

‎Dalam edaran tersebut terdapat empat poin utama yang ditujukan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun masyarakat. Pertama, seluruh ASN diharapkan menjadi contoh dengan mengajak keluarga, kerabat, dan masyarakat berpartisipasi dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak di hari pertama sekolah.

‎Kedua, ASN yang memiliki anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) diimbau mengantarkan anak mereka pada hari pertama masuk sekolah.

‎Selanjutnya, pelaksanaan gerakan disesuaikan jadwal masuk sekolah masing-masing satuan pendidikan agar dapat berjalan serentak sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan program, para ASN juga diminta mengisi formulir pelaporan serta mengunggah dokumentasi kegiatan secara mandiri.

‎Pemkab Kotim berharap gerakan ini tak berhenti sebagai seremonial saja, tapi menjadi awal terbentuknya budaya pengasuhan yang lebih aktif dari seorang ayah.

‎”Keterlibatan ayah dalam pendidikan anak diyakini mampu memperkuat hubungan dalam keluarga sekaligus memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, mental, dan kepercayaan diri anak sejak dini,” tambahannya. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *