Utama

Tiga Tersangka Didor saat Sembunyi di Kaltim

1183
×

Tiga Tersangka Didor saat Sembunyi di Kaltim

Sebarkan artikel ini
DIAMANKAN : Tiga tersangka penyerangan anggota Satresnarkoba Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei yang menewaskan tiga personel polisi diamankan tim gabungan di Samarinda, Kalimantan Timur. FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Bandar Sabu dari Desa Kalemei Berhasil Dibekuk Polisi

PALANGKA RAYA – Perburuan terhadap jaringan bandar narkoba yang diduga menjadi pemicu tragedi berdarah di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, membuahkan hasil. Tiga orang yang diduga sebagai bandar sekaligus terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan berhasil diringkus tim gabungan saat bersembunyi di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut ketiga orang yang diamankan masing-masing berinisial B, R dan P. Saat ini mereka telah dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sekaligus pengembangan terhadap jaringan yang lebih luas.

“Sudah diamankan kemarin tiga orang di Samarinda, Kalimantan Timur, inisial B, R, dan P. Ketiganya sedang dalam pengembangan di Jakarta,” ujar Dodik kepada Radar Kalteng, Jumat (10/7/2026).

Selain penangkapan tiga bandar tersebut, kepolisiam juga telah memindahkan lima orang yang sebelumnya diamankan di Katingan ke Mapolda Kalimantan Tengah pada Kamis (9/7/2026) malam. Kelimanya berinisial S alias Saldy alias Ateng), R alias Robi), N, Y, dan L, yang kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik. “Untuk S, R, N, Y dan L, kelimanya sudah dipindahkan ke Polda Kalteng,” tambahnya.

Pemindahan tersebut dilakukan untuk menentukan status hukum kelima orang itu yang masih terus didalami. Sebelumnya, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua lainnya masih menunggu hasil gelar perkara untuk menentukan ada atau tidaknya keterlibatan dalam penyerangan yang menewaskan tiga anggota polisi.

Di sisi lain, aparat gabungan masih memburu seorang perempuan yang masuk daftar target operasi (TO). Polisi juga membuka kemungkinan adanya pelaku lain yang ikut membantu para bandar narkoba maupun terlibat dalam penyerangan terhadap petugas saat operasi berlangsung. “Belum, hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan,” tutur Dodik.

Secara terpisah, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkapkan, penangkapan tiga bandar narkoba tersebut dilakukan tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury.

Menurut Eko, ketiganya ditangkap di persembunyian mereka di wilayah Kalimantan Timur. Mereka diketahui bukan hanya berperan sebagai bandar narkoba, tetapi juga diduga terlibat langsung dalam penyerangan yang berujung gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan. “Ketiganya ditangkap di tempat persembunyian mereka di Kalimantan Timur,” ucapnya.

Ketiga tersangka tersebut diketahui bernama Bio, Perie, dan Ramblan alias Busu. Setelah diamankan, mereka langsung diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif serta pengembangan terhadap jaringan narkotika yang diduga masih beroperasi di sejumlah wilayah. “Ketiga tersangka selanjutnya diterbangkan ke Jakarta untuk pemeriksaan dan pengembangan ke jaringan layer atasnya,” pungkas Eko.

Tragedi yang menggemparkan itu terjadi pada Rabu (1/7/2026) malam pukul 00.00 WIB saat 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi melakukan operasi penindakan terhadap dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Tim dibagi menjadi dua kelompok, dengan satu tim bergerak menuju rumah target operasi dan tim lainnya bersiaga di sekitar lokasi.

Saat petugas berhasil mengamankan target dan memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian, situasi mendadak berubah. Sejumlah orang melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam, sementara keluarga terduga pelaku diduga memprovokasi warga hingga massa menyerang aparat. Insiden tersebut menyebabkan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam tugas, sekaligus menjadi salah satu kasus penyerangan terhadap aparat yang mendapat perhatian serius dari Mabes Polri hingga kini. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *