Lamandau

Pemkab Lamandau Gandeng Kementan

30
×

Pemkab Lamandau Gandeng Kementan

Sebarkan artikel ini
HADIR : Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Sekretaris Daerah Irwansyah dalam Forum Konsultasi dan Koordinasi Rencana Pelaksanaan Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) 2026, Rabu (8/7/2026). FOTO DISKOMINFO UNTUK RADAR KALTENG

Siapkan Proyek Konservasi Pangan Lokal Mulai 2026

NANGA BULIK – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus beroordinasii dengan Kementeria Pertanian (Kementan) serta berkolaborasi dalam mendorong pembangunan sektor pertanian berkelanjutan. Hal ini juga dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati di Bumi Bahaum Bakuba.

“Kita akan mulai menyiapkan langkah untuk menjaga keberagaman tanaman pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, Rabu (8/7/2026).

Terkait hal itu, menurut Rizky, Pemkab Lamandau telah membentuk Forum Konsultasi dan Koordinasi Rencana Pelaksanaan Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) 2026. Hal ini disampaikan Rizky saat memibuka forum koodinasi itu di Aula Sekretariat Daerah Lamandau, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Lamandau M Irwansyah, perangkat daerah, perwakilan Kementerian Pertanian, serta tim Project Management Unit (PMU) CDCSUI.

Rizky mengatakan, proyek CDCSUI menjadi momentum memperkuat sinergisitas pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan sektor pertanian berkelanjutan.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada pelestarian sumber daya genetik tanaman lokal, tapi juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui proyek ini, kami berharap kekayaan tanaman pangan lokal tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

Dalam forum tersebut, peserta membahas rencana kerja CDCSUI tahun 2026 sekaligus menentukan lokasi pilot project konservasi sejumlah komoditas pangan lokal. Di antaranya padi, talas, dan uwi. (han)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *