DPRD Palangka Raya

Materi MPLS Bisa Terkait Bullying

51
×

Materi MPLS Bisa Terkait Bullying

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya Sigit Widodo.

Harapan Dewan kepada Sekolah saat Masa Pengenalan Siswa

PALANGKA RAYA – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Sigit Widodo mendorong sekolah memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan ini sebagai sarana membangun karakter sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap berbagai ancaman yang dihadapi remaja.

Menjelang MPLS, Sigit menilai kegiatan tersebut tidak cukup hanya mengenalkan lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah perlu memberikan pembekalan mengenai bahaya perundungan, penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, serta pentingnya menggunakan media sosial yang bertanggung jawab.

“Materi tentang bahaya bullying, narkotika, obat-obatan terlarang, dan penggunaan media sosial harus menjadi perhatian dalam MPLS. Edukasi sejak dini sangat penting agar siswa memiliki pemahaman yang baik dan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan, pembentukan karakter sejak awal masuk sekolah menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu perkembangan peserta didik. Menurutnya, kasus perundungan maupun penyalahgunaan media sosial dapat berdampak pada kesehatan mental, menurunkan prestasi belajar, hingga memengaruhi pembentukan karakter siswa.

Karena itu, Sigit meminta setiap sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

“Bullying dalam bentuk apa pun tidak boleh ditoleransi. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan berprestasi tanpa rasa takut atau tekanan dari siapa pun,” tegasnya.

Selain peran sekolah, ia juga menilai pengawasan dari orang tua dan guru terhadap aktivitas digital anak sangat diperlukan. Penguatan literasi digital dinilai menjadi bekal penting agar pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara positif dan tidak mudah terpengaruh konten maupun pergaulan yang berisiko.

Sigit berharap MPLS menjadi fondasi awal bagi siswa baru untuk menanamkan sikap disiplin, saling menghargai, menjauhi narkoba, serta menggunakan media sosial secara bijaksana. “MPLS harus menjadi awal yang baik bagi siswa untuk memahami nilai-nilai disiplin, saling menghormati, menjauhi narkoba, serta bijak menggunakan media sosial. Dengan sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, kita dapat menciptakan generasi muda yang berkarakter, sehat, dan berprestasi,” tutupnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *